Triberita.com | Banten – Pasang surut banjir yang masih merendam lima kecamatan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sejak Kamis (14/3/2024) lalu, dan dilaporkan merenggut total 7 orang korban jiwa.
Diperoleh informasi, jumlah warga terdampak banjir yang mengungsi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, semakin bertambah menjadi 5.014 jiwa, menyusul jumlah desa yang terdampak banjir juga bertambah.
Banjir masih menggenangi kota-kota di kawasan pantai utara (Pantura) Jawa Tengah, yaitu di wilayah Kecamatan Mejobo, Kecamatan Undaan, Kecamatan Kaliwungu, Kecamatan Jati, dan Kecamatan Jekulo.
Untuk jumlah warga di Kudus yang terdampak, kata dia, hingga Selasa (19/3/2024) pukul 22.00 WIB, totalnya sekitar 39.272 jiwa, sedangkan yang mengungsi ada 3.041 jiwa atau 828 keluarga.

Dikatakan, ribuan pengungsi tersebar di 29 lokasi pengungsian. Di antaranya, ada yang menempati aula gedung DPRD Kudus, balai desa, tempat ibadah, tempat pendidikan, dan rumah warga.
“Saat ini banjir di Kabupaten Kudus semakin meluas hingga di 31 desa dari sebelumnya hanya 29 desa. Belum lagi dengan pengungsi dari Kabupaten Demak,” terang Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Munaji, Rabu (20/3/2024).
Sementara untuk dapur umum disediakan di 15 lokasi, mulai dari Balai Desa Golantepus, Balai Desa Jati Wetan, Gulang, Blimbing Kidul, gedung DPRD, masjid, TPQ, serta gereja.
Untuk jumlah pengungsi asal Kabupaten Demak, sebanyak 1.973 jiwa atau 500 keluarga.
Terkait ketersediaan logistik, untuk saat ini masih mencukupi. Meski demikian, nantinya juga ada pihak yang akan membantu memenuhi kebutuhan logistik.
Pemkab Kudus juga bisa menggunakan dana tidak terduga, menyusul adanya penetapan status tanggap darurat bencana angin kencang, banjir, dan tanah longsor.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Kudus menjelaskan, tujuh orang warga meninggal dunia akibat bencana banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yakni 6 korban tenggelam, dan 1 orang keseterum saat banjir.
Munaji menyebutkan, lokasi tenggelam antara lain di Persawahan Temulus, Persawahan Kirig, dekat tanggul sungai, dan Persawahan Dukuh Goleng.
Dari total sekitar 13.536 KK/39.272 jiwa yang terdampak banjir, 1.287 KK/4.188 jiwa melakukan pengungsian baik ke posko terdekat maupun ke rumah kerabat yang lebih aman. Selain itu, banjir juga merendam 6.523 unit rumah warga dan 2.295 hektar persawahan.
Pengungsian untuk warga Kabupaten Kudus terletak di 25 titik, antara lain Balai Desa Payaman, Balai Desa Kedungdowo, GKMI Tanjungkarang, Gedung JHK Kudus, Balai Desa Gulang, Balai Desa Jati Wetan, TPQ Khuriyatul Fikri Paslor, Gedung DPRD, dan Pasar Saerah.
“BPBD Kabupaten Kudus dan segenap tim gabungan, masih terus melakukan upaya evakuasi, monitoring, serta penyaluran bantuan logistik hingga memberikan pendampingan psikososial dan penanganan medis,” terang Munaji.

















