Scroll untuk baca artikel
BeritaEkonomi & BisnisNasional

Sah! 2024 Pemerintah Akan Impor Gula 5,4 Juta Ton

339
×

Sah! 2024 Pemerintah Akan Impor Gula 5,4 Juta Ton

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pemerintah akan impor gula tahun 2024.(foto: Istimewa)

Triberita.com | Cikarang Jawa Barat – Tahun ini pemerintah dipastikan akan mengimpor 5,4 juta ton gula. Langkah ini diambil usai diputuskan dalam rapat terbatas yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Pada kesempatan itu, Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan mengungkapkan, sesuai dengan neraca komoditas, alokasi impor 2024 untuk gula konsumsi sebesar 708.609 ton (setara gula kristal putih/GKP) dan gula pemenuhan bahan baku industri 4,77 juta ton.

“Kemarin diputuskan sudah dari Pak Menko [Menteri Koordinator [Airlangga Hartarto],” kata Zulkifli Hasan dalam konferensi pers capaian kinerja 2023 dan outlook perdagangan 2024, Kamis (4/1/2024).

Ditemui terpisah, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Budi Santoso, menyampaikan, dirinya mengakui bahwa kuota impor gula konsumsi turun sekitar 200.000 ton dibandingkan tahun sebelumnya sekitar 900.000 ton. Selain itu, realisasi impor gula konsumsi pada 2023 baru sekitar 56%.

“Hampir sama, nggak jauh beda [kuota impor], ya 900.000 [ton] sekian,” ujar Budi kepada awak media di Kantor Kemendag, Kamis (4/1/2024).

Budi menyebut, neraca komoditas ini akan terus dievaluasi per tiga bulan, atau jika dibutuhkan. Kendati demikian, pemerintah memperkirakan kebutuhan gula untuk sementara waktu sebesar 708.609 ton.

“Mau ditambah atau dikurangi bisa, jadi nggak harus langsung sekian ribu. Bisa dikurangi, ditambahkan [kuota impor gula], misalkan perlu tambah kuota yang ditambah,” jelasnya.

Sebelumnya, pemerintah minta importir segera merealisasikan impor gula agar dapat menyiasati harga gula yang terus melonjak di akhir tahun.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, mengatakan harga gula rata-rata secara nasional telah tembus di level Rp17.331 per kilogram pada 11 Desember 2023.

Baca Juga :  Bandung Barat Raih Penghargaan Penyerapan DAK, Bupati Hengki: Pemicu Menuju BERKAH

Lonjakan harga gula pasir di akhir tahun, kata Arief, perlu menjadi perhatian semua pihak.

“Kami mengimbau agar importir merealisasikan [impor] sesuai dengan PI [persetujuan impor] yang disetujui agar dapat mengendalikan harga gula,” ujar Arief dalam pembukaan National Sugar Summit 2023 secara virtual, Rabu (13/12/2023), lalu.

Dia menjelaskan, harga gula yang tinggi saat ini juga tidak lepas dari faktor kenaikan harga produksi di hulu dan hilir.

Restriksi ekspor oleh negara penghasil gula terbesar dan penurunan produksi akibat El Nino juga memperparah lonjakan harga gula dunia.

Di sisi lain, Indonesia pun hingga kini masih menggantungkan kebutuhan gulanya dari pasokan luar negeri.

Arief menyebut, Indonesia mengimpor sekitar 2,2 juta ton gula per tahun dari jumlah kebutuhan sekitar 3,2 juta ton.

“30 persen kebutuhan gula di Indonesia masih bergantung pada impor. Ini [faktor global] berdampak pada naiknya harga gula nasional,” tuturnya.

Facebook Comments