Triberita.com, Karawang – Dalam rangka memperingati ‘1 Abad Jama’ah Nahdatul Ulama’ dan seremonial pengukuhan Pengurus Dewan Santri Kabupaten Karawang, puluhan ribu jama’ah NU akan berkumpul di Lapangan Kecamatan Telagasari, pada Sabtu (25/2/2023) sore.
Kegiatan akan dimulai pukul 16.00 WIB, dengan seremonial pengibaran 100 meter bendera merah putih dan bendera Nahdatul Ulama. Kegiatannya juga akan diisi dengan tausiyah KH. Ahmad Muwafiq S.Ag alias Gus Muwafiq.
Panglima Dewan Santri Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy) mengatakan, ada sekitar 40 orang yang akan dikukuhkan menjadi Dewan Santri Kabupaten Karawang. Yaitu dimana 40 orang ini akan membentuk pengurus tingkat kecamatan. Dimana setiap 1 Panglima Santri di setiap kecamatan akan membawahi 14 anggota.
Adapun tujuan utama dibentuk dan dikukuhkannya Dewan Santri ini, Kang Jimmy menjelaskan, bahwa tugas dari Dewan Santri adalah memerangi paham Wahabi.
Sehingga keberadaan Dewan Santri akan membentengi Islam Ahlusunnah Wal’jama’ah atau Islam Rahmatalil’alamin, serta menjaga Kabupaten Karawang khsusunya dari paham radikalisme.
Disinggung apakah pengukuhan Dewan Santri ini untuk menyaingi keberadaan pengurus PCNU Karawang saat ini, Kang Jimmy membantahnya dengan jawaban tegas “enggak”.

“Kita hanya warga NU yang berkiblat sama para kiyai. Gak ada urusan sama kepengurusan PCNU Karawang hari ini. Kalau mereka mau hadir di pengukuhan Dewan Santri, ya silahkan,” tutur Kang Jimmy.
Oleh karenanya, Kang Jimmy kembali menegaskan, bahwa dibentuknya Dewan Santri ini tidak ada tujuan politik. Sehingga kegiatan pengkuhannya nanti bukan hanya akan dihadiri para santri pondok pesantren maupun warga NU.
Melainkan juga akan dihadiri para Anggota DPRD Karawang, Muspida Karawang, ketua partai politik, ketua Ormas-LSM, ketua organisasi kepemudaan, hingga elemen masyarakat lainnya.
“Bahkan saya sudah telponan sama Ibu Bupati yang katanya mau hadir juga,” tuturnya.
“Jadi acara besok murni tidak ada unsur politik. Adapun nanti kenapa di spanduk acara ada foto Bung Karno, karena itu berkaitan dengan Bung Karno sebagai Bapak Bangsa dan sahabatnya Hadratussyaikh Kiai Haji Mbah Hasyim Asy’ari,” kata Kang Jimmy.
“Maka, foto Bung Karno di spanduk acara nanti juga yang memakai jaket warna hijau. Jadi foto Bung Karno di sana tidak ada kaitannya dengan salah satu partai politik,” timpalnya.
Dalam rangka Harlah 1 Abad Jama’ah Nahadatul Ulama dan Pengukuhan Dewan Santri Karawang ini, Kang Jimmy juga mengabarkan bakal ada MoU antara jama’ah NU yang memiliki 250 pondok pesantren dengan pihak Antangin Habatussauda. Sehingga ke depan setiap kegiatan pondok pesantren akan didukung pihak Antangin Habatussauda.
MoU juga akan dilakukan dengan pihak Luwak Kopi. Sehingga akan terjadi simbiosis mutualisme antara pihak Luwak Kopi dengan Jama’ah NU yang menaungi pondok pesantren.
“Adapun berkaitan dengan soal keamanan, insha Allah aman. Karena kita sudah berkoordinasi dengan TNI-Polri,” ujarnya.
Reporter: Andyka

















