Scroll untuk baca artikel
Banten RayaPemilu2024

Selama Pelaksanaan Pemilu 2024 di Banten, 17 Petugas Meninggal

231
×

Selama Pelaksanaan Pemilu 2024 di Banten, 17 Petugas Meninggal

Sebarkan artikel ini
Pj Gubernur Banten Al Muktabar (memakai kemeja putih) melakukan takziah dan memberikan santunan, juga pelayanan Adminduk kepada keluarga Almarhum. (Foto : Daeng Yusvin)

Triberita.com | Serang Banten – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat, selama pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2024, terdapat 17 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Provinsi Banten yang gugur.

Bahkan, sedikitnya terdapat 191 petugas PTPS yang dilaporkan sakit, dan puluhan diantaranya harus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit (RS).

Jumlah itu terus bertambah selama satu minggu terakhir pasca Pemilu 2024 diselenggarakan, dan per tanggal 25 Februari 2024, terdapat 10 orang anggota KPPS dan 17 petugas ketertiban Tempat Pemunggutan Suara (TPS) yang meninggal dunia.

“Kita sampaikan duka yang mendalam bagi keluarga rekan kita pejuang demokrasi yang telah gugur pasca menjalankan tugas pada tahapan Pemilu 2024 ini. Semoga keluarga para pejuang ini diberikan ketabahan,” ujar Ketua KPU Provinsi Banten, M Ihsan, Senin (26/2/2024).

Ihsan mengatakan, anggota KPPS yang paling banyak gugur ada di wilayah Kabupaten Tangerang. Disana terdapat, tiga ketua KPPS, dan tiga anggota KPPS juga satu orang petugas ketertiban yang gugur.

Sementara di Kabupaten Serang terdapat dua orang, Lebak satu orang, Pandeglang satu orang, Kota Tangerang satu orang, Tangerang Selatan dua orang dan dua orang di Kota Cilegon.

“Mereka yang meninggal dunia disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kelelahan pasca menjalankan tugas,” ucapnya.

Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar telah melakukan kunjungan takziah ke beberapa rumah keluarga penyelenggara Pemilu 2024 yang meninggal dunia di Kabupaten Tangerang.

Al Muktabar mengungkapkan, para penyelenggara Pemilu, baik itu Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) maupun Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) yang meninggal dunia saat menjalankan tugasnya merupakan pahlawan demokrasi.

“Kita takziah ke pahlawan demokrasi yang telah mendedikasikan diri dan beliau mendahului kita. Kita juga menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya,” ungkap Al Muktabar usai bertakziah di kediaman almarhum Satriawan Anggota KPPS TPS 86 di Perumahan Taman Nuri, Desa Sindang Sari, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Jumat (23/2/2024)

Baca Juga :  Seleksi Fornas Tingkat Provinsi Banten Dibuka, Perebutkan Penghargaan Rp 10 Juta

“Kita mendoakan semoga pahlawan demokrasi ini mendapatkan tempat yang layak disisi-Nya,” sambungnya.

Pada kesempatan itu, Al Muktabar juga memberikan santunan kepada 6 keluarga Penyelenggara Pemilu yang telah gugur setelah melaksanakan tugasnya.

“Mudah-mudahan ini bagian dari meringankan untuk saudara-saudara kita yang ditinggalkan. Tapi jangan dilihat besarannya tapi ini bagian kebersamaan pemerintah hadir, ini bagian tali asih kita,” katanya.

Adapun keenam penyelenggara yang meninggal dunia di Kabupaten Tangerang, diantaranya alm. Satriawan Anggota KPPS TPS 86 Desa Sindang Sari, alm. Misbak Ketua KPPS TPS 13 Desa Mauk Timur, alm. Amat Ketua KPPS TPS 8 Salembaran Jaya, alm. Asil Bahrudin Anggota KPPS TPS 27 Desa Gaga, alm. Ridif Wilyawan Anggota KPPS TPS 9 Desa Cirarab, dan alm. Isroil Bin H. Rasmuni Ketua KPPS TPS 4 Desa Patramanggala.

“Semoga yang ditinggalkan diberikan kekuatan untuk melanjutkan perjuangan dari saudara kita,” imbuhnya.

Sementara, Riana istri dari alm. Satriawan tidak menyangka Pj Gubernur Banten akan datang langsung untuk bertakziah dan memberikan santunan kepada keluarga Penyelenggara Pemilu yang meninggal di Kabupaten Tangerang.

“Kita tidak menyangka Pak Pj Gubernur datang kesini, terima kasih atas perhatiannya,” pungkasnya.

Facebook Comments