Scroll untuk baca artikel
BeritaSubang

Sentuhan Kemanusiaan dr. Maxi, Kunjungi Nenek Siti Penderita Stroke dan Osteoarthritis di Gubug Reyot di Tengah Kota Subang

315
×

Sentuhan Kemanusiaan dr. Maxi, Kunjungi Nenek Siti Penderita Stroke dan Osteoarthritis di Gubug Reyot di Tengah Kota Subang

Sebarkan artikel ini
dr Maxi kunjungi warga Cigadung yang sakit.(Foto: Harun)

Triberita.com | Subang – dr Maxi, yang menjabat rangkap sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Subang dan Staf Ahli Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan SDM Pemkab Subang, kembali menunjukkan kepedulian sosialnya.

Di tengah polemik politik, ia memilih turun langsung mengunjungi warga kurang mampu yang membutuhkan pertolongan medis dan perbaikan rumah. Menariknya, gubuk reyot milik warga tersebut jaraknya sangat dekat dengan Kantor Pemkab Subang, diperkirakan hanya 2 kilometer saja.

​Pada kunjungan terbarunya, dr Maxi mendatangi kediaman Siti Juariah (75), seorang nenek kelahiran Subang 27 Mei 1950, di Jalan Sompi Blok Sukawarna RT 003 RW 001, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Kota Subang.

​Kontras Mencolok: Kesehatan Menurun, Rumah Gubuk Reyot

​Kunjungan ini menyoroti kontras yang menyedihkan antara kondisi kesehatan nenek Siti Juariah dengan lingkungan tempat tinggalnya.
​dr Maxi mendapati nenek Siti sudah lama menderita sakit, dan selama enam bulan terakhir beliau tidak bisa berjalan.

​”Beliau punya darah tinggi dengan gejala stroke dan juga ada radang sendi lutut Osteoarthritis kayaknya. Sehingga tidak bisa berjalan,” jelas dr Maxi, merinci diagnosis awal.

​Lebih memprihatinkan lagi, tempat tinggal nenek Siti adalah rumah gubuk reyot dengan atap yang hancur, mencerminkan kemiskinan dan sanitasi lingkungan yang buruk.

​Seruan Gotong Royong dan Bantuan Uang

​Melihat kondisi tersebut, dr Maxi menyerukan semangat gotong royong, tidak hanya dari sisi medis tetapi juga bantuan finansial.

​”Saya kira perlu bersama-sama saling gotong royong. Mari bersama-sama kita saling membantu untuk meringankan beban Ibu Siti Juariah. Ini saya lihat ada beban kesehatan dan juga mungkin sanitasi di sini kurang bagus untuk kesehatan Ibu ini,” tegasnya.

Baca Juga :  Marak Tawuran Perang Sarung Bhabinkamtibmas Polsek Pulomerak Pasang Himbauan "Tolak Perang Sarung"

​Tantangan ekonomi keluarga nenek Siti juga menjadi perhatian. Anaknya saat ini hanya bekerja sebagai pekerja harian lepas yang berjuang menafkahi keluarga. Nenek Siti sendiri adalah kelahiran asli Kabupaten Subang yang sudah tinggal di lokasi tersebut sejak kecil.

​Desakan Kepada Pemkab dan Tenaga Kesehatan

​Untuk penanganan lebih lanjut, dr Maxi meminta bantuan tim profesional di lingkungan terdekat:

“Saya minta bantuan tenaga kesehatan nanti di sekitar Kelurahan Cigadung Kota Subang untuk turun tangan, bisa memeriksa dan kita bareng-bareng untuk memperhatikan kesehatan Ibu ini,” ungkapnya.

“Ya mudah-mudahan teman-teman dari Dinas Sosial atau dari bagian Kesejahteraan Rakyat (Kestra) bisa juga melakukan assessment untuk membantu untuk sanitasi dan fisik rumah Ibu Siti Juariah,” imbuh dr Maxi.

​Kunjungan dr Maxi ini menjadi pengingat keras bagi Pemkab Subang bahwa di tengah kisruh politik internal, masih banyak warga yang memerlukan sentuhan langsung dari pemerintah daerah.

Facebook Comments