Scroll untuk baca artikel
BeritaSubang

Strategi DP2KBP3A Subang 2026: Fokus Pengendalian Penduduk, Ketahanan Keluarga, dan Program KB

243
×

Strategi DP2KBP3A Subang 2026: Fokus Pengendalian Penduduk, Ketahanan Keluarga, dan Program KB

Sebarkan artikel ini
Sekretaris DP2KBP3A Subang, Dr. Syamsu Ryza.(Foto: Harun)

Triberita.com | Subang – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Subang menetapkan langkah strategis untuk tahun anggaran 2026.

Sekretaris DP2KBP3A Subang, Dr. Syamsu Ryza, menyampaikan bahwa instansi akan memfokuskan program pada pengendalian penduduk, pembangunan ketahanan keluarga, serta penguatan program Keluarga Berencana (KB).

Dr. Syamsu menjelaskan bahwa mulai bulan Maret 2026, DP2KBP3A akan mengoptimalkan alokasi anggaran APBD untuk mendukung berbagai kegiatan pendidikan dan pembangunan keluarga.

Intervensi Sensitif untuk Tekan Angka Stunting

Salah satu prioritas utama adalah pencapaian target Zero New Stunting di Kabupaten Subang. Dr. Syamsu menegaskan bahwa peran DP2KBP3A berfokus pada intervensi penyebab stunting yang bersifat sensitif, sementara sisi medis atau spesifik berada di ranah Dinas Kesehatan.

“Kami bergerak pada aspek pendidikan, edukasi, dan pemberian informasi kepada sasaran stunting. Tugas kami meliputi pergerakan, pemberdayaan, dan pendampingan bagi kelompok risiko stunting,” ujar Dr. Syamsu.

Sasaran pendampingan ini mencakup balita, baduta, ibu hamil, ibu pasca-persalinan, hingga calon pengantin.

Optimalisasi Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP)

Dalam upaya pengendalian penduduk, DP2KBP3A berkomitmen untuk terus menekan angka kelahiran. Strategi yang dijalankan adalah meningkatkan cakupan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti implan dan IUD.

Meskipun metode jangka pendek seperti pil dan suntik tetap tersedia, fokus utama pemerintah adalah pada kontrasepsi jangka panjang guna memastikan efektivitas program KB di masyarakat.

Tantangan dan Solusi Pelayanan di Lapangan

Dr. Syamsu tidak menampik adanya kendala dalam pelaksanaan program di lapangan, seperti tingkat kehadiran sasaran yang fluktuatif serta potensi keterlambatan distribusi alat kontrasepsi dari tingkat pusat maupun provinsi.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan berbagai fasilitas kesehatan (Faskes) melalui MOU.

Baca Juga :  Terima Penghargaan dari Kapolri, Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko Masuk Tiga Besar Hoegeng Awards 2025

“Jika terjadi keterlambatan distribusi, kita dapat memanfaatkan stok cadangan yang tersedia di faskes mitra, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar,” jelasnya.

Dengan strategi ini, Dr. Syamsu berharap pada tahun 2026 kualitas ketahanan keluarga di Subang semakin meningkat dan laju pertumbuhan penduduk tetap terkendali.

Facebook Comments