Scroll untuk baca artikel
Berita

Tak Kenal Lelah, Gerakan Petani Bekasi Beri Edukasi Warga Jaga Kebersihan Sungai

571
×

Tak Kenal Lelah, Gerakan Petani Bekasi Beri Edukasi Warga Jaga Kebersihan Sungai

Sebarkan artikel ini
Buya Saman saat memberikan imbauan kepada warga di sepanjang aliran sungai Cikarang, agar tidak membuang sampah ke sungai (Foto : Jeje)

Triberita com | Kabupaten Bekasi – Seiring berjalannya pembagunan normalisasi dan pembersihan sampah di sepanjang aliran sungai Cikarang, tim petani yang tergabung dalam Gerakan Petani Bekasi Wilayah terus mengawal pekerjaan tersebut.

Bukan hanya sekedar mengawal dan mengawasi, tapi tim petani turun langsung membantu membersihkan sampah di sungai secara manual, agar pekerjaan bisa berjalan dengan cepat, dan air pun bisa mengalir lancar.

Seperti yang dilakukan Saman Hudi bersama tim petani, setiap harinya tanpa kenal lelah dan waktu, dengan menggunakan perahu turun langsung ke sungai, menyisir aliran sungai Cikarang, mengawasi sambil membersihkan sampah dan sambil memberikan imbauan serta edukasi kepada warga terkait sampah, terutama warga yang tinggal di bantaran sungai Cikarang.

“Kepada seluruh warga terutama yang tinggal di bantaran sungai, jangan membuang sampah ke sungai,” kata pria yang akrab dipanggil Buya ini mengimbau warga, Kamis (26/9/2024).

Buya Saman mengungkapkan, kebersihan dan kelestarian sungai sangatlah penting, warga diminta bersama-sama jaga kebersihan sungai, saling mengingatkan agar jangan membuang sampah ke pinggir sungai apalagi ke sungai.

Buya Saman bersama tim petani menyusur aliran sungai Cikarang menggunakan perahu, sambil mengimbau warga untuk tidak membuang sampah di sungai (Foto : Jeje).

“Sampah ini bukan tugasnya pemerintah saja, ini tugas kita bersama, kita sebagai warga harus punya kesadaran, agar selalu membuang sampah pada tempatnya, jaga kebersihan di manapun,” ujarnya.

Dijelaskannya, aliran sungai Cikarang ini banyak sekali kendala, selain sampah sungai juga sudah mengalami penyempitan, karena banyaknya Bangunan Liar (Bangli) sepanjang aliran sungai. Belum lagi air sungai sudah tercemar oleh macam-macam limbah.

Pencemaran air sungai, kata dia, juga salah satu penyebab petani gagal panen.

“Ini menjadi tugas Pemda yang harus segera dilakukan, jangan dibiarkan, harus ada tindakan yang real, agar fungsi dan ekosistem sungai kembali seperti semula,” tandasnya.

Facebook Comments