Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBeritaInternasional

TKA Asal Cina Tewas Terjatuh Dari Ketinggian 30 meter Di Pabrik Semen Merah Putih

588
×

TKA Asal Cina Tewas Terjatuh Dari Ketinggian 30 meter Di Pabrik Semen Merah Putih

Sebarkan artikel ini

Setelah terjatuh dari ketinggian sekitar 30 meter, saat melakukan pengerjaan pengelasan di lokasi line 2 pembangunan pabrik semen merah putih PT. Cemindo Gemilang, di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten

TKA asal Cina diduga tewas akibat kecelakaan kerja di Pabrik Semen Merah Putih di Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Pada Kamis 13 Juli 2023. (Foto: istimewah)
TKA asal Cina diduga tewas akibat kecelakaan kerja di Pabrik Semen Merah Putih di Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Pada Kamis 13 Juli 2023. (Foto: istimewah)

Triberita.com, Lebak Banten – Satu orang tenaga kerja asing (TKA) asal China, dikabarkan tewas, setelah terjatuh dari ketinggian sekitar 30 meter, saat melakukan pengerjaan pengelasan di lokasi line 2 pembangunan pabrik semen merah putih PT. Cemindo Gemilang, di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Triberita.com memperoleh iInformasi, kecelakaan kerja yang mengakibatkan satu orang TKA tewas, terjadi, pada Kamis (13/71023) lalu, sekira pukul 11.00 WIB.

Belum diketahui identias korban, namun korban disebut sebagai Welder (tukang las) yang dipekerjakan oleh pihak kontraktor PT. Sinoma di pembangunan pabrik Semen Merah Putih tahap kedua milik PT. Cemindo Gemilang.

Kecelakaan kerja yang menewaskan salah satu pekerja PT Sinoma yang merupakan kontraktor utama PT Cemindo Gemilang (CG). pada Kamis, (13/7/2023) lalu, diduga tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Peristiwa kecelakaan ini menimbulkan duka yang mendalam bagi semua pihak  terutama bagi keluarga korban.

Korban diketahui  meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. Istri korban, Ida mendengar kabar suaminya kecelakaan tersebut tampak shok. Asep mengalami luka serius pada bagian kepala dan tulang bagian dada.

“Baru bekerja empat bulan di perusahaan tersebut. Korban merupakan tulang punggung keluarga, dan memiliki satu orang istri dan dua orang anak,” ucap, Haji Ikin. Pada Minggu (16/7/2023).

Keluarga berharap pihak perusahaan mau  bertanggung jawab karena korban memiliki anak yang masih kecil-kecil.

Sebelumnya, atas kecelakaan tersebut, pihak berwenang akan memeriksa kondisi perusahaan karena dalam satu tahun terakhir tercatat ada dua kali peristiwa terjadi di tempat yang sama.

Disnakertrans Banten dan pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan atas kasus tewasnya pekerja tersebut. Apalagi dalam satu tahun terakhir, sudah ada dua korban yang terjadi ditempat yang sama, lantaran diduga pihak perusahaan mengabaikan standar kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

Baca Juga :  Cabuli 6 Santriwati, Pimpinan Ponpes di Lebak Banten Dikerangkeng Polisi

Sayangnya, pihak perusahaan belum memberikan komentar. Saat wartawan berupaya mengkonfirmasi, petugas keamanan perusahaan PT Cemindo mengatakan, Sabtu dan Minggu tidak ada petugas terkait atau humas yang dapat memberikan keterangan.

Facebook Comments