Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

Unras depan Kantor Kemendagri, Koalisi Abal-Abal Minta Copot Pj Gubernur Banten

849
×

Unras depan Kantor Kemendagri, Koalisi Abal-Abal Minta Copot Pj Gubernur Banten

Sebarkan artikel ini

Lebih lanjut Delly mengatakan, “Diskresi menggunakan eKatalog untuk konstruksi, diduga menyebabkan pembangunan menjadi terkatung-katung dan memungkinkan terjadinya korupsi serta kerugian negara. Belum lagi serapan Belanja Modal (Pembangunan) yang hanya 16,4% per 18 Agustus 2023. Bahkan serapan Belanja Modal di PRKP Banten baru mencapai kisaran 2%, belum lagi serapan APBD 2023 yang rendah”.

Perwakilan Koalisi Abal-Abal diterima Kemendagri bagian Penerangan, bagian OTDA dan bagian Irjen. (Foto: Istimewah)
Perwakilan Koalisi Abal-Abal diterima Kemendagri bagian Penerangan, bagian OTDA dan bagian Irjen. (Foto: Istimewah)

Delly juga menyampaikan terkait perubahan Perda tata ruang oleh Al Muktabar yang menurutnya hanya untuk kepentingannya saja.

“Al muktabar ini sebagai PJ Gubernur Banten untuk apa menetapkan Perda tata ruang, kepentingannya apa. Ini Ajaib terkesan menjadi raja diatas raja. Kami berharap mendapatkan jawaban secepatnya dari Mendagri terkait tuntutan kami yakni copot/ganti Al Muktabar,” ucapnya.

Menurut Perka LKPP No 9 Tahun 2021 dan SK Ka. LKPP No 122 Tahun 2022, eKatalog Konstruksi menggunakan fitur Competitive Catalogue. Dan fitur ini belum terpasang di aplikasi SPSE. Jadi belum wajib!!! Namun ada 7 OPD yang telah melakukan pemilihan pelaksana pekerjaan kontruksi menggunakan metode E – Katalog / E -Purchasing.

Menurutnya, tidak semua proyek PSU berkaitan dengan angka prevalensi Stunting. PSU Rumah Layak, Drainase, Air Minum, Sanitasi, Persampahan memang berhubungan erat dengan prevalensi stunting. Tapi PSU berupa jalan lingkungan, penerangan jalan, jaringan gas, jaringan telepon, dan lainnya tidak berkaitan dengan prevalensi stunting.

Facebook Comments
Baca Juga :  Empat Perampok Berhasil Menggasak Toko Swalayan di Banten, Tiga Karyawan Disekap dan Dilakban