Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

Warga Desa Tambiluk Petir Kabupaten Serang – Banten Digegerkan Penemuan Mayat Membusuk Di Perkebunan Jagung

314
×

Warga Desa Tambiluk Petir Kabupaten Serang – Banten Digegerkan Penemuan Mayat Membusuk Di Perkebunan Jagung

Sebarkan artikel ini

Pertama kali diketahui oleh saksi warga bernama Marsiti yang melintas di sekitar lokasi perkebunan jagung

Triberita.com, Serang Banten – Berawal dari mencium aroma busuk dan diduga bersumber dari bangkai kucing, warga Kampung Tambiluk, Desa Tambiluk, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, dibuat geger dengan penemuan mayat seorang pria lanjut usia dilahan perkebunan jagung.

Penemuan mayat, pertama kali diketahui oleh saksi warga bernama Marsiti yang melintas di sekitar lokasi perkebunan jagung.

Terkait penemuan mayat yang sempat menggegerkan warga Desa Tambiluk, dibenarkan oleh Kapolsek Petir ajun komisaris polisi (AKP) Uka Subakti.

Dikatakan Uka Subakti, mayat tersebut telah berhasil diidentifikasi. Mayat tersebut diketahui bernama Oyeng (65), warga Kampung Lembur Jati, Desa Lembur Jati, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang.

Uka menjelaskan, penemuan mayat tersebut berawal saat Marsiti mencium bau busuk di sekitar lokasi. Penasaran dengan bau busuk tersebut, Marsiti lantas mencari sumbernya dan mendapati korban sudah tergeletak.

“Mayat tersebut ditemukan oleh warga bernama Marsiti pada Senin 3 Juli 2023,” ujar, Uka. Pada Selasa (4/7/2023).

“Awalnya, saksi mengira bau busuk tersebut berasal dari bangkai binatang,” ujar, Uka.

Selanjutnya, temuan mayat oleh Marsiti dilaporkan kepada warga sekitar, kemudian warga yang mendapat informasi tersebut berdatangan ke lokasi dan melaporkannya Bhabinkamtibmas.

Personel Bhabinkamtibmas yang mendapat laporan warga setelah mendatangi lokasi temuan mayat, lalu menginformasikan kepada petugas Reskrim Polsek Petir.

“Dari hasil pemeriksaan oleh tim Reskrim Polsek Petir dilokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dari tubuh bagian luar, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan,” kata, Uka.

Untuk mengetahui penyebab kematiannya, jasad korban dibawa ke RSUD Bhayangkara Polda Banten untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Hasil visum tidak ditemukan luka-luka pada tubuh korban. Dari keterangan pihak keluarga, korban memiliki riwayat sakit lambung dan pernah disarankan untuk dirawat tapi korban menolak,” terang, Uka.

Baca Juga :  Jalin Silaturahmi Antar Pecinta Otomotif, Rushteri Region Jabodetabek Gelar Halal Bihalal

Jasad korban tersebut tidak dilakukan autopsi. Sebab, pihak keluarganya menolak dilakukan autopsi dan lebih memilih untuk segera memakamkan korban di Desa Lembur Jati.

“Anak korban menolak untuk dilakukan otopsi, dan menerima secara ikhlas kematian bapaknya,” tutur, Uka.

Facebook Comments