Scroll untuk baca artikel
Bekasi RayaBerita

Ada Jualan Miras Di Sebelah Masjid, Warga Tambun Selatan Desak Toko Ditutup

507
×

Ada Jualan Miras Di Sebelah Masjid, Warga Tambun Selatan Desak Toko Ditutup

Sebarkan artikel ini
Warga Tambun Selatan menggelar aksi menolak keras adanya penjualan miras di samping Masjid.(Foto: Rossi)

Triberita.com | Tambun – Warga Tambun Selatan menggelar aksi menolak keras adanya penjualan minuman keras (miras) di Taman under pass Kabupaten Bekasi pada Sabtu malam 6/1/2024.

Menurut salah satu pelaku aksi yang menolak adanya penjualan miras, Indri (37) mengatakan unjuk rasa ini merupakan aksi yang pertama kalinya setelah sebelumnya sudah ada proses musyawarah, namun hasil mediasi tersebut tak membuahkan hasil.

“Sebelumnya musyawarah telah dilakukan dua kali, yang pertama oleh para tokoh agama dari masjid Darussalam,” ungkap Indri, Sabtu (6/1/2024) malam.

Ia menceritakan, sebelum melakukan aksi, warga datang dengan cara baik-baik melakukan diskusi, dan membuahkan kesepakatan bahwa pemilik toko akan menutup tokonya setelah tahun baru 2024.

Namun faktanya, kata Indri, toko tersebut belum ditutup sampai tanggal 6 Januari 2024 ini. Hal ini menyebabkan amarah dari warga sekitar.

Ia mengaku mengikuti aksi protes karena ingin menerapkan amar maruf nahi munkar.

“Dan sangat tidak bisa dibiarkan toko miras berdampingan dengan Mushola Al Wahyu dan berdekatan dengan Masjid Jami Darussalam,” ucap Indri.

Dirinya juga menjelaskan dampak dari minuman membuat kehilangan akal sehat dan menyebabkan tingkat kejahatan akan naik khususnya di wilayah tambun.

“Miras menyebabkan peminumnya kehilangan akal sehat, sehingga dapat mengakibatkan potensi tindak kriminal di wilayah Tambun Selatan, Normalisasi keberadaan toko miras tidak dapat diterima,” ungkapnya.

Indri juga menuturkan bahwa di malam tahun baru toko tersebut sangat ramai dikunjungi pembeli.

Hal itu mengingkari kesepakatan yang telah dibuat dan mengundang aksi yang terjadi pada hari ini 6 Januari 2024.

Sempat terjadi sedikit kericuhan dalam aksi tersebut yang diduga disebabkan oleh oknum kepala toko miras yang tidak terima kalau tokonya harus ditutup.

Baca Juga :  Tim Biawak Bersihkan Tumpukan Sampah Sepanjang 1,5 Kilometer Di Tambun Selatan 

“Pabriknya saja yang ditutup”, ucap kepala toko tersebut, sambil teriak dengan nada keras.

Aksi yang berlangsung sekitar 30 menit itu diakhiri dengan pembubaran peserta peserta aksi yang berjanji akan kembali dengan aksi yang lebih besar lagi. Aksi tersebut mendapat pengawalan dari Babinsa dan aparat setempat.

Facebook Comments