Scroll untuk baca artikel
Bekasi RayaBeritaEkonomi & Bisnis

Ampun dah ! Tingginya Harga Beras, Emak-emak di Bekasi Bingung Atur Uang Belanja

587
×

Ampun dah ! Tingginya Harga Beras, Emak-emak di Bekasi Bingung Atur Uang Belanja

Sebarkan artikel ini
Suasana emak-emak sedang belanja beras di toko beras Bani Marga di Jalan raya Sukatani, Kabupaten Bekasi. (Foto : Jeje)

Triberita.com | Kabupaten Bekasi – Kenaikan harga beras di Kabupaten Bekasi membuat warga menjerit, pasalnya pendapatan yang diperoleh tidak sesuai dengan pengeluaran, besar pasak daripada tiang begitulah kata pribahasa.

Harga beras mengalami kenaikan sejak sebelum Pemilihan Umum (Pemilu), kenaikan harga beras berkisar antara Rp.2000 sampai Rp.2500 per liternya, awalnya harga beras yang jenisnya sedang Rp. 10.000, per liternya, sekarang naik di angka Rp. 12.500.

Untuk persoalan kenaikan beras ini, kaum emak-emak lah yang sangat terbebani dengan kenaikan harga beras, karena bingung harus bagaimana caranya mengatur uang belanjanya.

Seperti yang diungkapkan Acih yang kesehariannya berdagang nasi kuning di salah satu Sekolah Dasar (SD) yang ada di Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, menurutnya tingginya harga beras membuatnya bingung menjualnya.

“Jika harganya dinaikin, pasti anak-anak tidak mau sarapan, kasihan anak-anak sekolah, paling juga agak dikurangi porsinya,” ucapnya pada triberita, Minggu (18/2/2024).

Ia juga menjelaskan, uang jajan anak sekolah di kampung kan tidak banyak seperti anak sekolah di kota, untung sedikit tidak masalah yang penting anak-anak kalau pagi bisa sarapan.

Hal serupa juga diungkapkan Aji pedagang beras di Sukatani, Kabupaten Bekasi, bahwa kenaikan harga beras sangat berpengaruh pada penjualan, akan tetapi saya masih bisa menyiasatinya.

“Dengan menjual beras kualitas standar Rp.11.500, yang biasa dijual Rp.12.000 hingga Rp.13.000, meskipun untung sedikit, tapi warga bisa tertolong dengan harga tersebut,” ujarnya.

Kasihan warga kata Aji, untung sedikit tidak apa-apalah daripada harga terlalu tinggi, tapi pembelinya sepi, kasihan juga warga, karena beras merupakan kebutuhan sehari-hari.

“Beras yang saya jual dalam sehari mencapai 20 karung, dan untuk Harga Eceran Tertinggi (HET) tembus di angka Rp.14.000 hingga Rp 15.000 per liternya, dan untuk beras ketan mulai dari harga Rp.17.000 hingga Rp.19.000 per liternya,” pungkasnya.

Baca Juga :  Soal Dugaan Suap Pimpinan DPRD, Kejari Bekasi sita Barang Bukti Mobil Pajero Sport

Saya pasokan beras dari Demak, dan Indramayu lanjut Aji, untuk kualitas beras lebih bagus Indramayu dibanding Demak, Harga beras sendiri kenaikannya bervariasi, dan harga di pedagang beras satu sama yang lainnya terkadang tidak sama, tergantung harga beli pedagang per karungnya ketika belanja.

Facebook Comments