Triberita.com | Kabupaten Bekasi – Banyaknya obat-obatan dan makanan yang tidak layak dikonsumsi dan kadaluwarsa, masyarakat diharapkan dapat memilih yang sehat melalui Cek Klik.
Anggota DPR RI Komisi IX dari Partai Gerindra, drg. Putih Sari menyarankan supaya masyarakat sebelum membeli obat-obatan ataupun makanan, agar diperiksa dan dicermati, apakah layak untuk dikonsumsi atau tidak.
“Hal itu tanpa disadari kita konsumsi karena ketidaktahuan, sehingga dikemudian hari bisa menimbulkan penyakit-penyakit berbahaya,” kata Putih Sari secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting, saat membuka kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan, Sabtu (06/04/2024) di Tridas Waterpark, Perum Taman Tridaya Sakti, Tambun Selatan.
Dirinya juga mengatakan ada 4 hal yang bisa dilakukan, dengan menggunakan Cek KLIK, yaitu Cek Kemasan, Cek Label , Cek Izin Edar dan Cek Tanggal Kadaluwarsa.
“Peserta kegiatan hari ini diharapkan dapat ikut aktif berperan mengawasi peredaran barang dan makanan yang tidak layak konsumsi,” pungkasnya.
Hal yang sama ditegaskan oleh Anggota DPRD Kabupaten Bekasi terpilih, periode 2024-2029 dari Partai Gerindra, H. Darissalam. Menurutnya, masyarakat harus berhati-hati dalam mengkonsumsi obat dan makanan yang beredar.
“Apalagi, saat ini banyak juga jamu tradisional yang justru ditambahkan bahan-bahan kimia,” ungkapnya.
Hal itu lah yang melandasi diselenggarakannya kegiatan ini, yaitu untuk bagaimana konsumen dapat mengkonsumsi makanan dan menggunakan produk yang sehat.
Sementara itu, Endang Yayah dari Balai POM Bandung menjelaskan, acara ini adalah upaya dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang obat dan makanan yang aman untuk dikonsumsi.
“Yang perlu diperhatikan adalah makanan yang aman dikonsumsi adalah yang bebas dari pemcemaran secara fisik. Kedua, pencemaran biologi. Dan yang ketiga adalah pencemaran kimia,” ucapnya.
Sebagai informasi tambahan, pada kegiatan yang terselenggara berkat kerjasama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Bandung ini, tercatat diikuti oleh sekitar 500an orang.
Unyuk diketahui para peserta kegiatan ini merupakan perwakilan dari 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi.

















