Scroll untuk baca artikel
Bekasi RayaBerita

Bupati Bekasi: Ulama Muda Kader Visioner Era Digital

253
×

Bupati Bekasi: Ulama Muda Kader Visioner Era Digital

Sebarkan artikel ini
Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Pendidikan Kader Ulama (PKU) Angkatan ke-3 di Gedung Swatantra Wibawamukti, Cikarang Pusat, Rabu (09/07/2025).(Foto: Pemkab Bekasi)

Teriberita.com ǀ Kabupaten Bekasi – Sebuah langkah strategis dalam pembinaan keulamaan kembali ditorehkan di Kabupaten Bekasi. Hari ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi secara resmi membuka Pendidikan Kader Ulama (PKU) Angkatan ke-3, bertempat di Gedung Swatantra Wibawamukti, Cikarang Pusat.

Program ini menjadi bukti nyata komitmen MUI dalam melahirkan ulama muda yang adaptif dan berwawasan luas.

Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, yang hadir langsung untuk membuka acara, menyampaikan apresiasi tinggi kepada MUI Kabupaten Bekasi.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada MUI Kabupaten Bekasi atas komitmen dan konsistensinya dalam membina kader ulama muda yang unggul dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Bupati Ade Kuswara Kunang.

Mengusung tema ‘Ahli Fiqih Berbasis Teknologi Informasi’, Ade menilai program ini sebagai langkah visioner yang krusial di era digital saat ini. Ade menekankan pentingnya peran ulama yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga cakap dalam memanfaatkan teknologi.

“Di tengah derasnya arus informasi, kehadiran ulama yang memahami teknologi dan mampu menjawab persoalan umat secara kontekstual sangat dibutuhkan,” harap Bupati.

“Saya berharap para peserta PKU ini tidak hanya menguasai ilmu fiqih, tetapi juga menjadi agen perubahan yang berdakwah dengan hikmah dan memanfaatkan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab,” imbuh Ade.

Direktur PKU Kabupaten Bekasi, Ahmad Fathoni, menjelaskan bahwa pembukaan ini merupakan stadium general atau kuliah perdana bagi para mahasantri. Setelah melalui proses seleksi ketat, 40 peserta terpilih siap mengikuti rangkaian pendidikan ini.

“Stadium general ini adalah kuliah perdana bagi mahasantri PKU Angkatan ke-3 setelah melewati proses seleksi,” jelas Ahmad Fathoni.

Selanjutnya, peserta akan melanjutkan dengan kegiatan orientasi selama tiga hari, dari Jumat hingga Minggu, di Sanggabuana, Karawang. Orientasi ini akan mencakup materi penting seperti wawasan kebangsaan, nasionalisme, kebekasian, serta kedisiplinan yang akan disampaikan bersama pihak Kostrad.

Baca Juga :  Gepeng di Bekasi Menjamur Saat Bulan Ramadan, Dani Ramdan Imbau Jangan Diberi Sedekah

Fathoni juga menekankan tujuan dari konsep ‘berbasis teknologi informasi’ dalam PKU. Program ini dirancang untuk membekali calon ulama agar mampu menggunakan media digital sebagai sarana dakwah yang efektif, bukan untuk menjadikan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) sebagai sumber rujukan utama.

“Ulama hari ini perlu mampu berdakwah di media sosial dan menjangkau audiens yang lebih luas. Karena itu, kami membekali mereka dengan kemampuan IT sebagai alat untuk menyampaikan pesan keislaman secara lebih efektif,” tegasnya.

Tahun ini, PKU mencatat 139 pendaftar dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bekasi. Setelah melalui tahapan seleksi komprehensif, termasuk Computer Assisted Test (CAT), wawasan kebangsaan, dan kemampuan membaca Al-Qur’an, sebanyak 40 peserta dinyatakan lolos dengan nilai rata-rata di atas 81.

“Peserta yang lolos adalah yang memiliki nilai tertinggi, tanpa mempertimbangkan representasi kecamatan. Harapannya, mereka bisa menjadi kader ulama yang kompeten, berintegritas, dan siap mengabdi untuk kemajuan umat, khususnya di Kabupaten Bekasi,” pungkasnya.

Facebook Comments