Triberita.com | Kabupaten Bekasi – Ramadan kerap diwarnai dengan maraknya gelandangan dan pengemis (gepeng) musiman di Kabupaten Bekasi. Mereka menjaring rezeki dari warga yang ingin bersedekah saat Bulan Suci Ramadan 1445 Hijriah Minggu (17/3/2024).
Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan mengakui jika saat bulan Ramadhan, jumlah pengemis, gelandangan dan anak jalanan biasanya mengalami peningkatan.
Mereka biasanya berada di persimpangan lampu merah, sentra ekonomi, pusat perdagangan hingga pusat peribadatan.
“Memang fenomena pengemis ini meningkat sejak memasuki bulan Ramadhan, kita khawatir ada pengiriman ya makanya kita razia untuk dilakukan pendataan,” ungkap Dani saat ditemui di sela-sela program layanan BOTRAM di Desa Karangmukti, Kecamatan Karang Bahagia, Minggu (17/3/2024),
Dani menegaskan, bagi PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) yang berasal dari luar daerah, dianjurkan agar kembali ke daerah asal, supaya tidak menjadi permasalahan sosial di Kabupaten Bekasi. Selain itu, masyarakat pun diimbau agar tidak memberikan infaq dan sedekah bagi gelandangan maupun pengemis yang di jalanan dan persimpangan jalan lampu merah.
“Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja bersama dengan Dinas Sosial Kabupaten Bekasi dibantu Kodim 0509/Kabupaten Bekasi, Polres Metro Bekasi serta Detasemen Polisi Militer Kabupaten Bekasi melaksanakan kegiatan penertiban PMKS di wilayah Pasar Bersih Jababeka dan area sekitar Lampu Merah SGC Cikarang Utara,” tukasnya.

















