Triberita com, Kabupaten Bekasi – Berawal dari Iseng-iseng, mempelajari pembuatan buket Bunga melalui Media Sosial (Medsos) waktu itu di tahun 2020, untuk mengisi kejenuhan karena tidak ada aktivitas sama sekali, disebabkan wabahnya Pandemi Covid-19 di tahun itu, kala itu segala kegiatan di luar rumah dibatasi oleh Pemerintah.
Seperti yang dirasakan oleh Adelia (31) seorang ibu rumah tangga (IRT), yang tinggal di PerumahanVilla Kencana Cikarang (Perum VKC) Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dirinya menekuni pembuatan buket hampir tiga tahun, terhitung dari tahun 2020 sampai 2023, sekarang sudah bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah.
Dikatakannya waktu itu dirinya hanya mencoba membuat satu buah buket untuk hadiah ulang tahun keponakannya, dipostinglah di status WhatsApp, ternyata hasilnya, saudara dan teman-teman tertarik dengan buket buatannya.
“Berawal dari situlah, akhirnya perlahan mulai berdatangan pesanan buket dari saudara dan teman-temannya,terutama ramai pesanan menjelang pelulusan sekolah,kenaikan kelas,wisuda,dan hari-hari besar nasional,seperti hari guru,hari ibu dan lainnya. dan bervariasi pesanannya,dari buket yang ukuran kecil hingga yang besar,” ujarnya ketika ditemui pewarta triberita.com di rumahnya, Pada Kamis (25/5/2023).

Ditambahkannya pula,buket yang dipesan beragam,ada buket berisi makanan atau minuman ringan,bunga ada juga buket berisi uang.tinggal tergantung pemesannya mau pilih yang mana,dan untuk buket berisi uang,jika nilai uangnya banyak biasanya pemesan memberikan uangnya untuk diisi di buketnya, untuk harga variatif,tergantung jenis dan ukuran buketnya.
“Karena untuk buket isi uang tergantung pesanan,jika jumlah uangnya sedikit dirinya masih sanggup,tapi jika jumlah uangnya banyak pemesan yang mengisi buketnya, karena usaha buket yang dijalaninya masih terbatas modalnya,masih mandiri,” sambungnya.
Untuk pembuatan buket, sangat diperlukan ketrampilan khusus,dalam satu jam bisa menghasilkan dua buket ukuran besar,tapi jika ukuran kecil bisa dapat tiga buket dalam satu jam. Itupun dikerjakannya jika waktu senggang, karena pembuatan buket masih dikerjakan sendiri.
“Bila pesanan banyak emang agak repot juga ngatur waktunya, karena tidak lepas pula dari tugasnya, sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT), insyaallah jika usahanya berkembang pesat,akan mempekerjakan orang lain untuk membantu usaha buketnya, untuk sekarang ini masih dijalaninya sendiri,karena omzetnya belum cukup untuk bayar orang yang dipekerjakannya,maklum modalnya masih kecil-kecilan,” tutupnya.
















