Scroll untuk baca artikel
Jawa BaratKesehatan

Data Dinkes Belum Akurat, Kematian DBD di Subang Bertambah 8 Orang

594
×

Data Dinkes Belum Akurat, Kematian DBD di Subang Bertambah 8 Orang

Sebarkan artikel ini
lustrasi nyamuk aedes Aegypti penyebab penyakit DBD semakin meraja lela di Kabupaten Subang.(Foto: Istimewa)

Triberita.com | Subang – Awal Tahun 2024 untuk warga Subang adalah tahun berduka. Bencana demi bencana terus menerpa warga Subang. Tingginya angka kasus penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes Aegypti semakin meraja lela.

Hal ini dibuktikan dengan angka kematian akibat DBD di awal bulan Februari bertambah 2 kali lipat angka kematian dari sebelumnya di bulan Januari. Bukan saja RSUD Ciereng yang membludak pasien DBD, tetapi RS PTPN VIII yang berlokasi di jalan Otista Kota Subang juga mengalami peningkatan luar biasa oleh pasien DBD.

“Untuk pasien rawat inap memang lagi banyak didominasi oleh pasien DBD, pada Januari, pasien DBD yang dirawat inap ada 119 pasien,” kata Widyar Budi Purwanto Direktur RS PTPN VIII Subang kepada Triberita.com, Rabu (7/2/2024).

Bahkan, lanjut Widyar, gelombang pasien DBD yang datang ke RS PTPN VIII diluar dugaan perhitungan, sehingga mengalami kesulitan untuk mencari ruang inap perawatan karena sudah penuh.

“Pasien yang datang baru harus menunggu di IGD untuk menunggu pasien yang dirawat pulang, bahkan kita juga sangat terpaksa menolak pasien, karena sudah sangat penuh oleh pasien DBD,” ujar Widya Budi yang juga berprofesi Dokter Gigi.

Perkembangan data pasien Penyakit DBD di RSUD Ciereng juga meningkat banyak. Informasi dari Wakil Direkur RSUD.Ciereng, dr. Samsul, pasien per bulan Januari kemarin, dalam perawatan bisa terselamatkan jiwanya.

“Data yang kami punya di Bulan Januari ada 149 orang, dan di bulan Februari ini masih kita monitor,” kata dr Samsul kepada Triberita.com.

Data rilis yang dikirim oleh Humas Pemkab Subang pada 5 Februari 2024 oleh PJ Bupati Subang DR Imron, angka kasus kematian akibat DBD berjumlah 132 orang dengan 4 orang kematian, berdasarkan data di Puskesmas Cikalapa, Cikaum, Cipunagara dan Pringkasap.

Baca Juga :  DBD Serang Balita Sampai Dewasa Jadi Korban, Subang Rawan Penyakit Mematikan

Begitu pula data perbulan Januari 2024 disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Subang, Dr. Maxi, angka kasus DBD berjumlah 147 orang dengan 3 orang kematian.

“Kota Subang dua Orang dan Jalan Cagak satu Orang,” kata Dokter Maxi kepada Triberita.com.

Sementara laporan dari Kepala Puskesmas Kasomalang, Andri, menambah deretan kasus angka kematian.

“Satu orang balita meninggal dunia akiat DBD,” ucap Andri kepada Triberita.

Jika disimpulkan dari informasi yang sudah didapat, angkat kasus kematian akibat nyamuk demam berdarah sampai di awal bulan Februari berjumlah 8 orang, maka bisa dikatakan Subang sedang berduka.

Facebook Comments