Scroll untuk baca artikel
Bandung RayaBeritaJawa Barat

Hadiri Penanaman Jagung di Lahan. 433,76 Hektar Sumedang, Kapolri: Skema Polda Jabar Patut Dicontoh

192
×

Hadiri Penanaman Jagung di Lahan. 433,76 Hektar Sumedang, Kapolri: Skema Polda Jabar Patut Dicontoh

Sebarkan artikel ini
Pelaksanaan kegiatan penanaman jagung serentak Polda Jabar seluas 433,76 hektar, di Desa Palabuan, Kecamatan Ujung Jaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. (Foto : Polda Jabar)

Triberita.com | Sumedang Jabar – Kapolri Listyo Sigit Prabowo, memuji kinerja Polda Jawa Barat dalam menjalankan Program Penanaman Jagung Serentak sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional.

Kapolri menilai, skema yang dijalankan Polda Jabar, dapat menjadi contoh bagi Polda lainnya di Indonesia.

Pujian tersebut, disampaikan Kapolri saat mengikuti kegiatan penanaman jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 melalui video conference dalam rangka mendukung program swasembada jagung nasional, pada Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan penanaman jagung serentak ini, turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suyatman, Komisi III DPRD Jawa Barat, perwakilan Kodam III/Siliwangi, Perum Bulog Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, Perhutani Divre Jabar Banten, serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Menurut Kapolri, apabila skema yang diterapkan Polda Jabar diikuti oleh seluruh jajaran Polda di Indonesia, maka program ketahanan pangan nasional, khususnya komoditas jagung, diyakini akan berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang optimal.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, Gubernur Banten Andra Soni bersama Danrem 064/Maulana Yusuf, Brigjen TNI Edi Saputra, saat mengikuti kegiatan penanaman jagung serentak secara nasional bersama Kapolri Listyo Sigit Prabowo melalui sambungan virtual, pada hari Sabtu tanggal 7 Maret 2026. (Foto : Daeng Yusvin)

Lebih lanjut, Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam arahannya menyampaikan, bahwa Polri berkomitmen penuh mendukung program swasembada pangan nasional, khususnya komoditas jagung.

“Polri berkomitmen mendukung program swasembada pangan, khususnya jagung, dengan menargetkan produksi yang baik dan berkualitas sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Kapolri.

Ia menjelaskan, dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan, dilakukan melalui pemanfaatan lahan binaan yang dikelola bersama kelompok tani di berbagai wilayah Indonesia.

“Melalui pemanfaatan satu juta hektar lahan binaan Polri bersama kelompok tani, program ini diharapkan dapat memperkuat cadangan pangan nasional, memenuhi kebutuhan pakan ternak, mendukung program makan bergizi gratis, serta mengurangi ketergantungan impor,” jelasnya.

Kapolri juga menegaskan, bahwa program penanaman jagung tersebut, merupakan bentuk dukungan terhadap instruksi Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Program ini, bertujuan meningkatkan produksi jagung nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menstabilkan harga pakan ternak di dalam negeri,” terangnya.

Baca Juga :  Ketua Umum PSSI Umumkan Stadion Manahan Jadi Tuan Rumah Kualifikasi Piala Asia U-23 2024

Selain itu, Kapolri juga mengingatkan, pentingnya kesiapan sektor pangan nasional di tengah dinamika situasi global yang dapat berdampak pada ketahanan ekonomi dan pangan berbagai negara.

“Kita juga harus memahami, bahwa situasi global saat ini dapat berdampak pada negara kita, sehingga ketahanan pangan menjadi salah satu aspek penting yang harus terus diperkuat,” ujar Kapolri.

Diketahui, kegiatan penanaman jagung serentak Polda Jabar, dilaksanakan di lahan milik Perhutani seluas 433,76 hektar, berlokasi di Desa Palabuan, Kecamatan Ujung Jaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Program penanaman jagung ini, merupakan bagian dari upaya konkret Polda Jabar dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui optimalisasi pemanfaatan lahan yang tersedia.

Karo SDM Polda Jabar Kombes Pol Fadly Samad mengatakan, kegiatan penanaman jagung serentak ini, merupakan wujud komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah di sektor pertanian.

“Kami dari Polda Jawa Barat, hari ini melaksanakan penanaman jagung seluas 433,76 hektar di lahan Perhutani sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional, khususnya komoditas jagung,” ujar Fadly Samad.

Ia menjelaskan, bahwa sejak awal tahun 2026 hingga saat ini, program penanaman jagung di wilayah Jawa Barat menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.

“Total luas penanaman yang telah terealisasi, mencapai 6.817,95 hektar, dengan potensi ketersediaan lahan yang masih dapat dikembangkan sekitar 21.190 hektar. Bahkan, dalam dua bulan terakhir, capaian program ketahanan pangan jagung Polda Jabar sudah menyamai capaian sepanjang tahun 2016,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Karo SDM, juga didampingi Kabagbinkar Biro SDM Polda Jabar AKBP Condro Sasongko yang turut mendorong pengembangan program ketahanan pangan di wilayah Jawa Barat.

Dari sisi hilirisasi, lanjut Fadly, hasil panen jagung yang telah diserap, menunjukkan bahwa ekosistem program tersebut berjalan cukup baik dan memberikan manfaat bagi petani.

Baca Juga :  Anak Lolos Bintara Polri Jalur Disabilitas, Serka Hendri: Terima Kasih Kapolri

“Perum Bulog telah menyerap sekitar 1.744 ton hasil panen jagung, sementara industri pabrik pakan telah menyerap sekitar 61.182 ton. Ini menunjukkan, bahwa program ini tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga memastikan adanya mekanisme penyerapan hasil panen,” katanya.

Ia menambahkan, penyerapan hasil panen oleh Bulog dan sejumlah pabrik pakan, membuat petani tidak lagi mengalami kesulitan dalam memasarkan hasil produksi mereka.

Selain itu, para petani, juga mendapatkan pendampingan dari penyuluh pertanian agar proses budidaya berjalan lebih terarah sehingga produktivitas dapat meningkat.

“Dengan adanya pendampingan penyuluh pertanian, diharapkan proses budidaya menjadi lebih baik, produktivitas meningkat serta risiko penyalahgunaan dana dapat diminimalisir,” ungkapnya.

Fadly juga menyampaikan, bahwa dari sisi pemasaran, para petani telah memiliki kepastian pasar melalui keberadaan offtaker atau pelaku usaha yang siap menyerap/membeli hasil produksi jagung.

Melalui skema tersebut, hasil penjualan panen terlebih dahulu digunakan untuk pelunasan kewajiban pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), sementara keuntungan bersihnya langsung diterima oleh para petani.

“Dalam satu hektar lahan, omzet yang dapat dihasilkan diperkirakan mencapai sekitar Rp40 juta hingga Rp51 juta, dengan potensi laba bersih berkisar antara Rp25 juta hingga Rp33 juta per musim tanam,” jelasnya.

Untuk mendukung keberlanjutan program tersebut, Polda Jabar juga menggagas inovasi Zero Waste atau nol sampah, yaitu pemanfaatan limbah organik dari kantin, perkantoran, dan lingkungan Polda Jabar untuk diolah menjadi media tanam yang dapat dimanfaatkan dalam budidaya komoditas pertanian, termasuk jagung.

Pada kegiatan tersebut, Polda Jabar, juga menyalurkan berbagai bantuan kepada kelompok tani, berupa dua unit mesin pipil jagung, satu unit hand traktor, dua unit mesin potong rumput, 400 kilogram benih jagung, tiga ton pupuk NPK dan Urea, dua ton pupuk kompos Pak Bhabin, pestisida pertanian, 60 paket sembako, serta bantuan uang pembinaan.

Baca Juga :  Dukung Swasembada Pangan 2025, Polda Banten Gerakan Penanaman Jagung 1 Juta Hektar

Sementara itu, Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mendampingi Kapolda Banten Irjen Pol Hengki bersama Gubernur Banten Andra Soni, mengikuti kegiatan penanaman jagung serentak yang dilaksanakan secara nasional bersama Kapolri Listyo Sigit Prabowo melalui sambungan virtual, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan penanaman jagung serentak tersebut, dilaksanakan di lahan pertanian seluas sekitar 8 hektar yang berada di Kampung Kabayan, Desa Mekar Baru, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Penanaman jagung, dilakukan bersama kelompok tani sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Banten bersama jajaran turut melakukan penanaman jagung secara simbolis di lahan pertanian milik Kelompok Tani Maju Jaya yang selama ini berkolaborasi dengan Polres Serang dalam pengembangan sektor pertanian.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Danrem 064/Maulana Yusuf, Wakapolda Banten, Kajati Banten, para Pejabat Utama Polda Banten dan Polres Serang, Ketua PN Serang, Ketua DPRD Kabupaten Serang, Ketua MUI Kabupaten Serang, kelompok tani, serta sejumlah unsur pemerintah daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Polres Serang menyalurkan berbagai bantuan kepada kelompok tani sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian.

Bantuan yang diberikan antara lain 150 paket bantuan sosial, 500 kilogram pupuk NPK Poska, 20 kilogram pupuk nabati hayati, 45 botol insektisida Aten, serta 5 liter herbisida merek Rondap.

Selain itu, Polres Serang juga memberikan bantuan benih jagung berbagai varietas seperti NK Sumo Sakti, NK Perkasa Sakti, dan NK Pendekar Sakti, pupuk urea, pupuk Nitrea, serta 1.200 karung pupuk kompos dari kotoran ayam untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian.

Sementara itu, Dinas Pertanian Provinsi Banten turut memberikan dukungan berupa 20 sak pupuk NPK, 150 liter pupuk hayati cair Turbomax, 16 kilogram benih jagung jenis NK 306 Garuda, serta 40 liter herbisida merek Sindaxone bagi kelompok tani setempat.

Facebook Comments