Scroll untuk baca artikel
Bekasi RayaBeritaLiveNews

Demo Jilid 2, Ratusan Pengangguran di Bekasi Ricuh Dengan Petugas, Tuntut Hak Kerja Layak

482
×

Demo Jilid 2, Ratusan Pengangguran di Bekasi Ricuh Dengan Petugas, Tuntut Hak Kerja Layak

Sebarkan artikel ini

Terlibat aksi saling dorong dengan petugas kepolisian di depan gedung Pemerintahan Daerah (Pemkab) Bekasi

Triberita.com, Kabupaten Bekasi – Ratusan massa aksi unjuk rasa yang mengatasnamakan suara kaum pengangur Bekasi (SKPB) terlibat kericuhan hingga terjadi aksi saling dorong dengan petugas kepolisian di depan gedung Pemerintahan Daerah (Pemkab) Bekasi, pada Kamis, (07/09/2023).

Kericuhan terjadi ditengah jalannya aksi unjuk rasa sebelum salah satu perwakilan dari Anggota DPRD Kabupaten Bekasi naik ke atas mobil komando. Dalam aksinya, masa pencari kerja (pencaker) menuntut Pj Bupati Bekasi mundur dari jabatan yang dinilai tak mampu menekan angka pengangguran.

Pantauan pewarta triberita.com dilokasi, masa mulai bringas saat ingin merangsak masuk kedalam gedung, petugas berlapis mampu menghalau pendemo hingga akhirnya aksi saling dorong itu berhasil di redam.

Koordinator SKPB Dwi Haryanto mengatakan, aksi melamar kerja serentak yang digagas ini sebagai bukti kemarahan kepada pemerintah Kabupaten Bekasi. Dirinya menginginkan warga Bekasi mendapatkan kerja layak ditengah kemiskinan ekstrim yang melanda wilayahnya.

“Hari ini, kami bersama ratusan penganggur warga Bekasi yang masih jadi pengangguran membawa lamaran kerja ke kantor Bupati yang katanya punya satgas penanggulangan pengangguran. Kami menuntut hak kerja layak,” kata Dwi secara lantang usai aksi, Kamis sore.

Pria yang disapa Lepay mengatakan, pengangguran di Kabupaten Bekasi kata dia, semakin tahun semakin bertambah di bumi Swatantra Wibawamukti yang disebut -sebut sebagai daerah industri terbesar se Asia Tenggara.

Ia menilai kinerja Pj Bupati Bekasi gagal dalam upaya mengentaskan pengangguran, kendati pemerintah sudah membentuk Tim Koordinasi Percepatan Penanggulangan Pengangguran (TKP3) Daerah.

“Kami sudah berdiskusi dengan beberapa organisasi masyarakat, kepemudaan, mahasiswa juga abang- abangan saya dari buruh, kami semakin tahu jika peluang kerja sebenernya bisa terbuka lebar jika pemerintah, pengusaha dan masyarakat bisa saling mendukung. Saat ini sudah waktunya kami menuntut Pj Bupati Dani Ramadan untuk memberikan kerja layak bagi warga Bekasi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Unjuk Rasa Karang Taruna Di Bekasi Nyaris Ricuh, Diduga Oknum Preman PT Global Dimensi Halau Pendemo 

Ia menyebut, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran terbuka di Kabupaten Bekasi mencapai 203.000 orang pada tahun 2022.

Ironis memang, kata dia, jumlah ini meningkat dibanding tahun 2021, angka pengangguran mencapai 197.000 orang ditengah berdirinya perusahaan hampir mendekati 700 lebih di Kabupaten Bekasi.

“Itu baru pengangguran terbuka, belum lagi pengangguran yang lain,” jelasnya.

Sementara itu, sulitnya mencari pekerjaan dirasakan Nuramufhaghie (22) warga Bekasi, ia mengatakan, lapangan pekerjaan di Kabupaten Bekasi diakui dirinya memang banyak, namun upaya melamar kerja di tahun 2020 hingga kini belum juga mendapatkan panggilan dari perusahaan.

“Sulit banget nyari kerja di daerah sendiri, saya melamar kerja di tahun 2020 sampai sekarang 2023 hampir 3 tahun belum juga dapet panggilan,” keluh Nuramufhaghie.

Dirinya menegaskan, selama ini ia dan rekan pencari kerja (pencaker) lainya sudah berupaya mendatangi perusahaan-perusahaan, akan tetapi  susah mendapatkan pekerjaan

“Karena kebanyakan calo, dimintai harus ada uang dulu, bahkan yang udah masuk uang aja gak di pekerjakan. Sulit banget buat kita buat masuk kerja, kita terus berusaha tapi tidak ada kepastian yang jelas buat kita untuk bekerja,” ujarnya.

Sejauh ini, lanjut dia, ditengah kemiskinan ekstrim yang menghimpit ekonomi, banyaknya calo yang menawarkan pekerjaan kepada para pencaker, dan di iming-iming untuk bekerja di salah satu perusahaan.

“Mayoritas yang di tawarkan calo sekitar 5,6 juta buat masuk kerja, kemarin temen juga masuk kerja 7.5 juta pake administrasi terus kerjanya kontrak selama 3 bulan. Untuk dipekerjakan, saya menuntut hak sebagai rakyat untuk di pekerjakan, saya berharap dapet pekerjaan yang layak,” tandasnya.

Facebook Comments