Scroll untuk baca artikel
Banten Raya

Dialog dengan Ketua DWP Provinsi Banten Tine Al Muktabar, Lansia Ucap Very Happy

328
×

Dialog dengan Ketua DWP Provinsi Banten Tine Al Muktabar, Lansia Ucap Very Happy

Sebarkan artikel ini
Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Banten Tine Al Muktabar saat mengunjungi Panti Jompo Binaan Pemerintah Provinsi Banten, UPTD Perlindungan Sosial Dinas Sosial Provinsi Banten Jl Ki Ajurum No 3, Cipocok Jaya, Kota Serang, Provinsi Banten, pada Sabtu tanggal 7 September 2024. (Foto : Daeng Yusvin)

Triberita.com | Serang Banten – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Banten Tine Al Muktabar, menyerahkan bantuan sosial ke Panti Jompo Binaan Pemerintah Provinsi Banten, di UPTD Perlindungan Sosial Dinas Sosial Provinsi Banten Jl Ki Ajurum No 3, Cipocok Jaya, Kota Serang, Provinsi Banten, Sabtu (7/9/2024).

Dalam dialog, para lansia penghuni panti, mengaku bahagia dengan aktivitas keseharian mereka.

Dikatakan Tine Al Muktabar, kegiatan santunan merupakan bagian dari sosial budaya, dimana DWP memiliki program peduli. Diprioritaskan kepada kelompok rentan dan korban bencana alam.

“Ini kita fokus pada lansia. Kita inginkan lansia terawat. Menunjukkan nilai-nilai, kita perhatian dan menghormati kepada orang tua. Kita harapkan, dalam merawat orang tua, menerapkan prinsip-prinsip agar lansia itu bisa sehat, bisa bahagia, dan tetap produktif,” ujarnya.

Ketua DWP Banten Tine Al Muktabar beserta rombongan foto bersama para lansia di Panti Jompo Binaan Pemerintah Provinsi Banten, di UPTD Perlindungan Sosial Dinas Sosial Provinsi Banten.(Foto: Daeng Yusvin)

Dalam kesempatan itu, Tine juga meninjau aktivitas para lansia. Juga sarana dan prasarana panti.

“Alhamdulillah para lansia di sini mengaku bahagia. Ada yang bilang, very happy,” ucapnya.

Menurutnya, dengan merawat lansia, berarti menghormati lansia dan itu memiliki nilai martabat sebagai anak.

“Sudah seharusnya kita memuliakan orang tua,’ tegas Tine.

Meskipun jauh dari saudara atau keluarga, lanjutnya, di panti jompo ada teman-teman.

“Kita harus bahagia dan tetap aktif dengan nilai-nilai produktif,” ungkapnya.

Dengan pola hidup aktif, menurut Tine, bisa mencegah lansia terkena pikun. Dirinya juga menganjurkan para lansia untuk aktif berolahraga, tidak diam saja. Juga terus belajar, membaca, mendengar, berpikir, melakukan hobi.

Aktivitas yang produktif terlihat dari hasil karya kerajinan lansia. Di antaranya, pembuatan kerajinan manik-manik, lap meja, keset, anyaman, dan berkebun.

Tine juga menyarankan, para lansia untuk terus belajar. Dalam belajar ada proses membaca, mendengar, berbicara, mengingat, dan berpikir.

Baca Juga :  20 Sekolah di Kabupaten Bekasi Dapat Penghargaan dari Komisi Perlindungan Aids

Tine juga melakukan dialog dengan para lansia tentang keseharian mereka di panti, meninjau aktivitas kerajinan, kebun, hingga sarana dan prasarana panti.

Dalam kesempatan itu Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Banten Evi Sopia Restu melaporkan, saat ini jumlah penghuni panti 52 orang dengan kapasitas maksimal 60 orang. Sementara untuk anak, ada 25 orang anak.

“Penghuni merupakan usulan dari Kabupaten/Kota. Mayoritas lansia terlantar, serta sebagian keluarganya tidak mampu merawatnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, aktivitas para lansia diantaranya pengajian, karya kerajinan, olahraga, serta pemeriksaan kesehatan rutin.

Facebook Comments