Triberita.com ǀ Subang – Efek ketidak harmonisan antara Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang, Maman Yudhia dengan Sekjen DPC Niko Rinaldo, otomatis berdampak kepada ektabilitas dan kepercayaan kader internal banteng moncong putih itu.
Ucapan Maman Yudhi yang merendahkan Sekjen di depan umum dinilai sudah di luar batas nalar kesadaran sebagai seorang ketua partai, mengingat pada Pileg kemarin meraih 9 kursi Parlemen.
“Pertengkaran Maman Yudhia dan Nico seharusnya tidak perlu diumbar-umbar ke publik disaat tahun politik pelaksanaan Pilkada Subang sedang berjalan,” ungkap kader senior militansi PDI Perjuangan Kabupaten Subang, Nurwibowo.
Gesekan keras di antara dua pimpinan tertinggi partai, menurut dia, jelas akan mempengaruhi kepercayaan kader internal kepada sosok pemimpin yang seharusnya memberi contoh perkataan yang baik, bukan membunuh karakter Niko.
“Ketua DPC memang tidak bisa disalahkan sepenuhnya, tanpa masalah mana mungkin Maman Yudhia begitu marah besar,” ujarnya.
Nurwibowo menjelaskan, marahnya Ketua DPC PDIP dikarenakan Sekjen terlalu ambil kendali pernyataan-pernyataan yang menurut Maman Yudhia banyak yang menyesatkan, sehingga para pengurus ranting dan kader partai bertanya-tanya.
“Salah satunya memunculkan nama H.Ruhimat akan berpasangan dengan Sekjen Nico di Pilkada 2024, yang notabennya sudah menjadi penghianat,” bebernya.
Ia menyebutkan, berkaca dari peristiwa yang saat ini masih hangat, dan disaat pengurus internal PDIP sendiri sedang mengalami perpecahan hingga membentuk kubu-kubu, pengurus pimpinan daerah harus segera menyelamatkan partai dengan mengambil sikap dan memutuskan siapa yang layak untuk direkomendasikan di Pilkada 2024.
“Jika memilih, dalam situasi yang sedang kacau balau di internal partai PDIP, dibutuhkan sosok yang dituakan, sikap bijaksana, pemersatu dan netral, Ating Rusnatim sangat tepat untuk direkomendasikan oleh DPP, rekam jejaknya pun bersih tanpa ada kasus tipikor,” kata Nurwibowo.
Dari kejadian pahitnya kekalahan PDIP Subang, menurut dia, harus benar-benar matang memutuskan sikap politiknya di Pilkada 2024.
”Saya berharap rekomendasi dari daerah, provinsi dan pusat harus benar-benar tepat memilih figur di Pilkada 2024 di Subang, dan sosok Ating Rusnatim sangat tepat menyelamatkan PDI Perjuangan Subang dari kehancuran terpecah belahnya sebuah organisasi partai politik. Bijak memutuskan, sampingkan kepentingan pribadi, mari kita kedepankan menyelamatkan PDI Perjuangan Subang dari kehancuran,“ tandasnya.

















