Scroll untuk baca artikel
Bandung RayaBeritaNews

Dishub Bandung Barat Monitoring Arus Mudik Lebaran Lewat CCTV, Berikut Titiknya

231
×

Dishub Bandung Barat Monitoring Arus Mudik Lebaran Lewat CCTV, Berikut Titiknya

Sebarkan artikel ini
jalan utama Kota Baru Padalarang- Cimahi terpantau padat merayap, Jumat (14/04/2023) foto: Abdul Kholilulloh)
jalan utama Kota Baru Padalarang- Cimahi terpantau padat merayap, Jumat (14/04/2023) foto: Abdul Kholilulloh)

Triberita.com, Bandung Barat – Prediksi puncak arus mudik lebaran akan terjadi pada 19-20 April 2023. Mengingat hal tersebut bertepatan dengan cuti bersama dan sekolah mulai memasuki masa libur.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Fauzan Azima mengatakan, pihaknya memprediksi puncak arus mudik bakal terjadi di tanggal tersebut, mengingat Idul Fitri jatuh antara tanggal 21 atau 22 April 2023.

Fauzan mengatakan, pihaknya bakal melakukan monitoring ke sejumlah ruas jalan yang bakal dilewati para pemudik. Termasuk, di kawasan Jalan BBS di wilayah Cihampelas, Padalarang, Lembang, Cipatat Bandung Barat.

“Monitoring sendiri bakal dilakukan melalui CCTV yang ada di 49 persimpangan jalan di wilayah Bandung Barat,” kata Fauzan kepada triberita.com Jum’at (14/04/2023).

Ia membeberkan kalau ada kemacetan di sejumlah ruas jalan pihaknya bakal mengirimkan tim urai untuk menyelesaikan persoalan kemacetan yang terjadi.

“Pada prinsipnya, di mana ada titik rawan kemacetan dan perlu pengamanan dengan data awal menggunakan monitoring CCTV itu kita lakukan penanganan,” ujarnya.

“Keberadaan CCTV ini merupakan langkah deteksi dini agar lebih efektif dalam mengelola lalu lintas,” sambungnya.

Selanjutnya, kata dia, dari sisi keamanan pihaknya bakal memaksimalkan penerangan di sepanjang jalur mudik. Termasuk, bakal menerjunkan personelnya baik saat H-7 hingga H+7 lebaran.

“Anggota kita akan stand by dan di sebar di berbagai titik jalur utama mudik dan arus balik,” ujarnya.

Sebab, kata dia, pihaknya harus memperhatikan jalur yang memang rawan terutama pada malam hari dan perlu perbaikan penerangan.

“Kalau membutuhkan perbaikan penerangan tinggal disampaikan saja ke Dinas Perhubungan. Mudah-mudahan bisa kita tangani,” sebutnya.

Kendati demikian, sambung dia, kalau daerah yang minim penerangan sebenarnya tidak berada di jalur utama mudik.

Baca Juga :  Breaking News! Seorang Pemotor Tewas Terlindas Dump Truk di Jalan Pantura Bekasi

Sedangkan, kalau untuk jalur utama mudik semua sudah terfasilitasi lantaran jalur yang dilintasi pemudik statusnya jalan nasional.

“Jalur alternatif pun sama kita lakukan monitoring dan kalau kurang penerangan kita maksimalkan,” pungkasnya.

Facebook Comments