Triberita.com ǀ Bandung – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk menjadi garda terdepan dalam gerakan penghijauan nasional.
Hal ini ditunjukkan dengan kesiapan mereka mengimplementasikan program penanaman 2 juta pohon di wilayah Jawa Barat.
Langkah ini merupakan respons nyata terhadap krisis iklim dan kerusakan ekosistem yang semakin parah.
Komitmen ini diumumkan setelah DPD IMM Jawa Barat hadir secara aktif dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanaman 2 Juta Pohon yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM Indonesia.
Acara ini menjadi landasan strategis untuk menyatukan visi gerakan mahasiswa dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Kepala Bidang Lingkungan Hidup DPD IMM Jawa Barat, Ridwan Marwansyah, menyatakan bahwa Jawa Barat, dengan tantangan lingkungannya yang kompleks, harus menjadi prioritas utama.
“Kami tidak datang hanya untuk hadir, tapi untuk membawa pulang semangat dan kerja nyata. Program penanaman 2 juta pohon ini akan kami hidupkan di Jawa Barat. Kami ingin menjadikan tanah Pasundan kembali hijau, subur, dan lestari,” tegasnya.
Senada dengan Ridwan, Sekretaris Bidang Lingkungan Hidup DPD IMM Jawa Barat, Iqbal Maulana, menekankan bahwa gerakan ini bukan sekadar seremonial.
Menurutnya, program ini harus menjadi gerakan jangka panjang yang memiliki dampak langsung pada kelestarian lingkungan, terutama di kawasan konservasi yang terancam.
“Kami akan menjadikan program ini sebagai bagian dari gerakan ekologi IMM di Jawa Barat. Fokus utama kami adalah merehabilitasi dan merapikan kawasan hutan konservasi yang hari ini mulai rapuh,” ujar Iqbal.
Ia menambahkan, melestarikan lingkungan adalah panggilan nurani bagi seluruh anak bangsa.
Lebih lanjut, DPD IMM Jawa Barat juga siap menjalin kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah daerah, akademisi, komunitas lingkungan, dan masyarakat sipil.
Gerakan ini akan melibatkan seluruh Pimpinan Cabang IMM di berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat secara bertahap, terstruktur, dan berkelanjutan.
IMM meyakini bahwa membela lingkungan adalah bagian dari membela kehidupan.
Gerakan penanaman pohon ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi atas krisis lingkungan, tetapi juga momentum untuk membangun kesadaran ekologis di kalangan mahasiswa dan generasi muda.
“Kader IMM harus hadir tidak hanya di ruang wacana, tapi juga di ruang aksi. Menanam pohon adalah bentuk perlawanan terhadap keserakahan yang merusak bumi,” tutup Iqbal.

















