Triberita.com, Kabupaten Bekasi – Fenomena El Nino berdampak pada kekeringan yang melanda Kabupaten Bekasi, Jawa Barat sejak beberapa bulan terakhir kini mendapat perhatian dari para siswa dan siswi sekolah SMPN 1 Tambun Selatan.
Kepala Sekolah SMPN 1 Tambun Selatan, Annisa mengatakan, para siswa siswi ini berdoa bersama untuk meminta hujan kepada Tuhan yang Maha Esa.
“Didampingi guru-guru pengajar, ratusan siswa siswi sekolah SMPN 1 Tambun Selatan ini melakukan sholat Istisqa dan doa bersama di halaman sekolah untuk meminta hujan kepada sang Kholik,” kata Annisa dihalaman sekolah, pada Jum’at pagi.
Ia menyebut, dengan adanya sholat Istisqo dan doa bersama, ia berharap di Kabupaten Bekasi segera ada turun hujan hingga bisa mengurangi dampak kekeringan selama ini.
“Kalau menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi ada sekitar sembilan Kecamatan yang sudah dilanda kekeringan,” jelasnya.
Seperti Kecamatan Cibarusah, Bojongmangu, Serang Baru, Cikarang Pusat, Tarumajaya, Babelan, Pebayuran, Muara Gembong, dan kini pemerintah Kabupaten Bekasi menaikan status menjadi bencana kekeringan di Kabupaten Bekasi.
“Para siswa menyabut dengan khusu adanya sholat Istisqo di sekolah dan semoga air hujan turun segera di Kabupaten Bekasi yang kini sudah melanda kekeringan beberapa bulan belakangan ini,” ujarnya.
Sementara itu, dilansir dari CNBC, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, intensitas fenomena iklim El Nino kali ini diprediksi tidak akan meningkat lagi menjadi lebih kuat.
Di mana, kata Dwikorita, El Nino diprediksi akan bertahan pada level moderat hingga Desember 2023-Januari-Februari 20234. Di saat bersamaan, Indian Ocean Dipole (IOD) positif diperkirakan akan bertahan hingga akhir tahun 2023.
Dwikorita menjabarkan hasil monitoring dan analisis yang dilakukan BMKG, grafik indeks anomali suhu muka air laut menunjukkan, sejak bulan Maret, April, dan Mei 2023, telah terjadi El Nino lemah.
Intensitasnya terus menguat hingga menukik di bulan Agustus ke level moderat. Level ini diprediksi akan stabil moderat sampai bulan Desember 2023.
“Awal musim hujan 2023/2024 umumnya diprakirakan pada bulan Oktober-Desember 2023, puncak musim hujan 2023/2024 umumnya diprakirakan pada bulan Januari-Februari 2024.” Kata Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG.
“Dan, diprediksi tidak akan naik menuju (El Nino) kuat. Tapi, semakin menurun, yaitu di bulan November-Desember 2023. Masih bertahan El Nino sampai Februari 2024 tapi sudah menuju lemah. Tahun depan, bulan Maret, masih El Nino tapi sudah lemah semakin menuju netral,” tandasnya.

















