Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

Gercep, Polsek Cikande Serang Banten Respon Penemuan Korban Gandir di Ketos Kibin

108
×

Gercep, Polsek Cikande Serang Banten Respon Penemuan Korban Gandir di Ketos Kibin

Sebarkan artikel ini
Petugas Polsek Cikande dan Pamapta Polres Serang Polda Banten sedang melakukan olah TKP penemuan korban gandir, pada hari Senin tanggal 18 Mei 2026. (Foto : Daeng Yusvin)

Triberita.com | Serang Banten – Warga Kampung Kedaleman, Desa Ketos, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, digegerkan dengan penemuan korban gantung diri (gandir), Senin (18/5/2026).

Dari laporan warga, Petugas Polsek Cikande dan Pamapta Polres Serang Polda Banten, bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Kapolsek Cikande AKP Fredo Leonard S, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan, pihaknya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

Dikatakan Fredo, korban Muhammad (35), ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di kamar mandi rumahnya dengan leher terjerat tambang plastik yang diikat pada kayu penyangga plafon.

Untuk proses penyelidikan, jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda Banten di Kota Serang.

“Begitu menerima informasi dari warga, anggota Polsek Cikande bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi,” jelas AKP Fredo Leonard Sirait.

Dikatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh Amanullah (20), yang merupakan adik ipar korban. Saat itu saksi hendak pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil.

Namun saat membuka kamar mandi, saksi terkejut melihat korban sudah dalam kondisi tergantung di kayu penyangga plafon dengan leher terikat tambang plastik.

“Menurut keterangan saksi, korban ditemukan sudah tidak bergerak dalam posisi tergantung di dalam kamar mandi,” ujar Kapolsek.

Peristiwa tersebut, kemudian diberitahukan kepada keluarga dan warga sekitar. Tidak lama kemudian, petugas Polsek Cikande bersama tim Inafis Satreskrim Polres Serang datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.

Dari hasil pemeriksaan sementara di lokasi kejadian, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menduga korban meninggal dunia akibat gantung diri.

Baca Juga :  Video Mesum Mantan Guru Madrasah dan Muridnya Gegerkan Warga Serang Banten

“Korban selanjutnya dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Banten untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut dalam proses penyelidikan,” terang Kapolsek Fredo.

Berdasarkan keterangan keluarga, pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, korban masih terlihat bermain bersama anaknya yang masih kecil di rumah.

Sementara itu, istri korban, diketahui sedang pergi ke Kota Serang untuk mengurus pembuatan KTP di Kantor Disdukcapil Kabupaten Serang saat peristiwa itu terjadi.

Kapolsek Fredo menjelaskan, bahwa hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait motif korban mengakhiri hidupnya. Sejumlah saksi dari pihak keluarga maupun tetangga, masih dimintai keterangan.

“Untuk motif, masih dalam penyelidikan. Namun dari hasil olah TKP, sementara diduga korban nekat gantung diri karena terjerat permasalahan hutang, ujar Fredo.

Facebook Comments