Triberita.com | Kabupaten Sumedang – Tahun ini, peringatan Hari Desa Nasional digelar di Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Peringatan Hari Desa Nasional dihelat dengan Musyawarah Desa Nasional (Musdesnas) di Lapangan Sepak Bola Cibeureum Kulon Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (15/1/2-25) kemarin.
Hadir pada Musdesnas tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M Tito Karnavian, Menteri perumahan dan Kawasan Pemukiman Maruarar Sirait, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Pj Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin dan Pj Bupati Sumedang Yudia Ramli.
Dalam arahannya, Mendagri Tito menekankan pentingnya menekan laju urbanisasi. Untuk itu, Tito pun mengajak seluruh pihak terkait menekan laju urbanisasi itu dengan menghidupkan desa, memperkuat sistem pemerintahan desa dan mengalokasikan anggaran khusus untuk desa.
Tak hanya di Indonesia, urbanisasi adalah fenomena yang umum terjadi di seluruh dunia. Proses ini merujuk pada perpindahan penduduk dari daerah pedesaan ke daerah perkotaan dengan harapan untuk meningkatkan kualitas hidup, mencari pekerjaan yang lebih baik, dan mendapatkan akses yang lebih baik terhadap layanan publik.
Menurut Tito, persoalan urbanisasi ini menimpa negara yang pembangunannya berorientasi pada perkotaan. Ia mencontohkan, di negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan, urbanisasi masih menjadi persoalan. Pasalnya, masyarakat usia muda yang produktif di dua negara ini lebih banyak meninggal desa dan berpindah ke kot. Sehingga, desa pun kekurangan potensi yang bisa dimanfaatkan.
Tak hanya itu, masih dijelaskan mantan Kapolri ini, bahwa kompetitifnya kehidupan kota di kedua negara tersebut, membuat masyarakat terus berpacu untuk dapat mengenyam pendidikan sampai jenjang tertinggi. Dengan demikian, persoalan besarnya adalah bagaimana mengembalikan mereka yang di kota untuk ke desa.
Tito berharap, Indonesia tidak mengalami kondisi seperti di Jepang dan Korsel, karena Indonesia belum terlambat untuk mencegah laju urbanisasi yang tak terkendali. Hal ini mengacu pada data persentase jumlah masyarakat yang tinggal di kota dan desa terbilang merata.
Dikatakan Tito, dengan angka kelahiran di Indonesia yan cukup tinggi, prosentasenya, 56 persen penduduk Indonesia tinggal di kota dan 44 persennya di desa.
Pemerintah Indonesia, kata Tito, terus memperkuat sistem pemerintahan desa dan memastikan anggaran desa yang disalurkan kepada masyarakat tepat sasaran. Ini merupaka upaya membangun desa agar lebih hidup dan mandiri.
Sementara di hari yang sama, Rabu (15/1/2025), puncak peringatan Hari Desa Nasional tahun 2025, Mendagri Tio Karnavian, didampingi Menteri PKP Pemukiman Maruarar Sirait, Mendes PDTT Yandri Susanto, PJ Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin dan PJ Bupati Sumedang Yudia Ramli, mencanangkan Gerakan Menanam untuk Ketahanan Pangan atau Gema Tandan Desa.
Kegiatan berlangsung di Kebun Demplot Kelompok Wanita Tani (KWT) Gemilang Desa Cibeureum Kulon, Kecamatan Cimalaka ini diawali dengan memetik anggur hasil dari kolaborasi Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang dengan Asosiasi Pegiat Anggur Indonesia.
Selanjutnya, rombongan meninjau produk pertanian, Teras hejo, Budidaya Ikan Dalam Ember (Budikdamber), Simbolis penanaman padi, panen jagung, meninjau peternakan domba dan peternakan ayam sentul.
Dikesempatan tersebut, hadir pula gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat terpilih untuk periode 2025-2030, Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan, juga Bupati dan Wakil Bupati Sumedang terpilih Dony Ahmad Munir dan Fajar Aldila.

















