Scroll untuk baca artikel
Bekasi RayaBeritaBisnisEkonomi & Bisnis

Hari Tani Nasional, Muhamad Fauzi: Pemkab Bekasi Wajib Perhatikan Para Petani

235
×

Hari Tani Nasional, Muhamad Fauzi: Pemkab Bekasi Wajib Perhatikan Para Petani

Sebarkan artikel ini

Triberita.com | Kabupaten Bekasi,- Setiap tanggal 24 September memperingati Hari Tani Nasional. Tahun ini merupakan peringatan yang ke-63 tahun setelah ditetapkannya hari tersebut.

Peringatan ini bertujuan untuk mengapresiasi perjuangan golongan petani di Indonesia. Seperti diketahui, Indonesia merupakan negara agraris yang artinya sebagian besar penduduknya memiliki mata pencaharian di bidang pertanian.

Keberadaan petani menjadi penting bagi negara agraris untuk turut serta berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hari Tani Nasional diperingati pada tanggal 24 September setiap tahunnya untuk memperingati bagaimana perjuangan golongan tani hingga pembebasan mereka dari kesengsaraan, juga mengapresiasi mereka.

Melalui Muhamad Fauzi selaku aktivis Agraria dan lingkungan hidup mengatakan, guna mengurai beberapa permasalahan yang wajib negara dan pemerintah daerah dengarkan. Yakni, pertama, sebagian besar penduduk Indonesia berprofesi sebagai petani, tapi perhatian dan dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian kurang optimal.

“Menjelang panen raya pada Maret 2023, petani malah dapat kado pil pahit dari pemerintah. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menetapkan harga acuan pembelian gabah dan beras di bawah harga pasar,” kata Muhamad Fauzi

Ia menyebut, lalu kedua, ancaman krisis pangan sebagai dampak dari perubahan iklim bukan sekadar isapan jempol. Menurut dia, kencangnya laju perubahan iklim berdampak pada ketahanan pangan nasional akibat hasil panen menurun hingga gagal tanam. Hal tersebut dilihat dari perubahan iklim dan cuaca ekstream tidak menentu.

Lalu Ketiga, kekeringan: El Nino sering dikaitkan dengan peningkatan suhu permukaan laut dan penurunan curah hujan di beberapa wilayah. Hal ini dapat menyebabkan kekeringan yang berkepanjangan, mengurangi ketersediaan air untuk pertanian.

“Tanaman membutuhkan air yang cukup untuk tumbuh dengan baik, dan kekurangan air dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan mengurangi hasil panen. Maka, Pemerintah Pusat, Kementerian Pertanian, sampai kepada pelaksana di tingkat Daerah suatu kewajiban mengutamakan saluran air dan pendistribusian yang jelas kepada wilayah-wilayah Kabupaten Bekasi yang terdampak kekeringan serta gagal tanam,” jelas Muhamad Fauzi.

Baca Juga :  Berapa Harta Kekayaan 8 Sekda Kabupaten/Kota di Banten?

Hari Tani, lanjut Fauzi, bukan saja sebagai simbol atau ceremonial semata namun, saya mengajak kepada masyarakat, stakholder untuk lebih mementingkan kepedulian terhadap masalah-masalah pertanian dari mulai sistem pengairan, distribusi bibit, subsidi obat-obatan pertanian, pengaturan debit air dari hulu sampai hilir dan sesuai kebutuhan Wilayah.

“Artinya semua itu, tidak dijadikan alat komersialisasi dan semua harus didistribusikan dengan jelas dan sesuai hukum yang berlaku,” jelasnya.

Terakhir dalam krisis pangan akibat dampak iklim tidak menentu saya lebih menekankan kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi Khususnya Bupati dan jajarannya agar lebih peduli terhadap Petani di wilayah utara dengan dasar undang-undang yang berlaku.

“Khususnya tentang irigasi dan tata kelola air untuk wilayah pertanian dan terkandung dalam Undang-undang No 77 Tahun 2001 tentang Irigasi. Tanpa adanya petani, belum tentu kita bisa memenuhi kebutuhan gizi setiap hari. Selamat Hari Tani Nasional Ke 63 tahun 2023,” tandas Muhamad Fauzi.

Facebook Comments