Triberita.com | Sukabumi – Awal tahun 2024 diwarnai cuaca tidak bersahabat di sejumlah daerah. Di Indonesia, beberapa wilayah dilanda bencana angin puting beliung dan tanah longsor, akibat tingginya intensitas hujan.
Setelah beberapa waktu lalu Subang dilanda longsor yang menelan korban nyawa, kini giliran Kabupaten Sukabumi pun tak luput dari tanah longsor dan angin puting beliung.
Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, bencana tanah longsor dan angin puting beliung yang melanda sejumlah kecamatan dipicu oleh hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di Kabupaten Sukabumi pada Selasa (9/1).
BPBD menyebutkan, tidak ada korban jiwa pada bencana angin puting beliung itu, namun beberapa warga tetap diminta untuk mengungsi, lantaran rumahnya terdampak.
“Tidak ada korban jiwa, hanya saja warga yang terdampak beberapa diantaranya harus mengungsi serta sejumlah fasilitas umum rusak,” kata Humas BPBD Kabupaten Sukabumi, Sandra Fitria di Sukabumi, dikutip dari berita Antara, Rabu (10/1/2024).
Berdasarkan data dari pihak BPBD setempat, untuk bencana angin puting beliung merusak satu rumah di Kampung Batupayung, RT 015/005, Desa/Kecamatan Cimanggu. Sehingga penghuni rumah yang berjumlah enam jiwa tidak bisa menempati kembali rumahnya dan harus mengungsi ke rumah kerabatnya.
Selanjutnya tebing tanah di Kampung Caringinpojok, RT 10/03, Desa Caringinkulon, Kecamatan Caringin dengan panjang 20 meter, tinggi delapan meter dan lebar dua meter longsor sehingga menutupi saluran Irigasi Cigemol. Namun, sudah dilakukan perbaikan sementara agar lahan pertanian yang berada di Desa Caringinkulon tetap mendapatkan pasokan air.
Jembatan Cicalung II yang merupakan penghubung antara Desa Padabeunghar dengan Desa Sindangresmi di Kecamatan Jampangtengah dengan panjang delapan meter, lebar satu meter dan tinggi tiga meter terancam putus akibat tembok penahan tanah (TPT) longsor.
Sandra menjelaskan, untuk bencana angin puting beliung sudah tertangani dan bantuan darurat telah diserahkan kepada penyintas bencana. Sementara untuk longsor TPT Jembatan Cicalung II, pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk segera dilakukan perbaikan.
Meskipun jembatan masih dapat digunakan, Sandra menambahkan, tetapi tetap diperlukan penanganan segera.
“Karena jika terjadi hujan dan debit air meningkat, TPT akan semakin terkikis dan memicu longsor susulan,” tandasnya.
















