Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBeritaPemilu2024Politik

Isu Duet Bacapres Ganjar Pranowo – Prabowo Mencuat, Parpol sampai Ribut

292
×

Isu Duet Bacapres Ganjar Pranowo – Prabowo Mencuat, Parpol sampai Ribut

Sebarkan artikel ini

Triberita.com | Serang Banten,- Isu duet Ganjar Pranowo dengan Prabowo Subianto tengah mencuat. Pasalnya dua bakal calon presiden (Bacapres) sampai saat ini belum juga mengumumkan siapa sosok pendampingnya untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 nanti.

Baru Anies Baswedan yang sudah memiliki pasangan dan siap bertarung di Pilpres 2024. Anies akan berpasangan dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin untuk bertarung di Pilpres 2024 mendatang.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat membuka peluang duet Ganjar Pranowo dengan Prabowo Subianto sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) pada Pilpres 2024.

Menurutnya, dinamika politik menjelang Pilpres 2024 masih dinamis. Sebab, sebulan jelang pendaftaran capres-cawapres ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih akan banyak dinamika politik yang dapat terjadi.

“Semua kemungkinan masih bisa, ya kan? Semua kemungkinan masih bisa,” ujar Djarot di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (21/9/2023).

Kendati demikian, dia mengaku tak mengetahui apabila ada pembicaraan di internal PDIP soal duet Ganjar-Prabowo.

Djarot kemudian mengungkit soal kemungkinan terjadinya Pilpres 2024 hanya diikuti oleh dua pasangan capres-cawapres seperti yang belakangan disebutkan oleh Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid dan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi.

Dia meyakini salah satu pasangan capres maju adalah yang didukung oleh PDIP, yaitu Ganjar Pranowo.

“Yang pasti gitu ya, yang solid, itu PDI Perjuangan, bersama-sama dengan bekerja sama dengan PPP, Hanura, Perindo ya, kenapa? Karena kami bisa mendaftar, tapi yang lain itu masih dinamis ya. Jadi apa yang disampaikan oleh Pak Burhanudin, apa yang disampaikan oleh Pak Jazilul Fawaid, misalnya, gitu ya, itu bisa saja,” jelasnya.

Baca Juga :  Pilkada Rentan Beberapa Kecurangan, Bawaslu Kota Cilegon: Masyarakat Agar Ikut Mencegah Terjadinya Politik Uang

Tak hanya itu, Djarot juga tak menampik akan ada tiga pasangan capres-cawapres yang akan maju dalam ajang Pilpres 2024 seperti yang tampak seperti saat ini.

“Tiga poros bisa, dua poros juga bisa, yang sulit untuk terjadi itu adalah satu poros atau empat poros,” ucap Djarot.

Sementara itu, salah satu partai pendukung Prabowo di Koalisi Indonesia Maju (KIM), yaitu Golkar tetap keukeuh pihaknya mendorong Ketum Golkar Airlangga Hartarto sebagai bakal calon wakil presiden dari Prabowo.

“Golkar tetap berpegang komitmen untuk mencalonkan Prabowo sebagai capres dan Pak Airlangga sebagai cawapresnya,” ucap Ketua DPP Golkar, Dave Laksono.

Bukan hanya Golkar, Partai Gerindra juga angkat bicara. Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengaku belum pernah berpikir untuk memasangkan Prabowo Subianto dengan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

“Kalau pertanyaannya tadi mungkin, enggak mungkin justru saya belum kepikiran sampai di situ tadinya, sampai dengan teman-teman media nanya ya jawab saya itu tadi,” jelas Dasco.

Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA), Herry Mendrofa mengatakan, duet antara kelompok sipil dan militer itu memiliki ceruk elektoral yang jelas.

“Soal duet ini, saya kira cukup menjanjikan juga. Karena secara basis, jelas memiliki ceruk elektoral,” kata Herry.

Adapun, duet Prabowo-Ganjar perlu memastikan ceruk kelompok oposisi untuk diraup agar memiliki peluang demi menggaet suara yang lebih besar di 2024.

“Berhubung keduanya figur representasinya mirip, yakni kelompok pro atau koalisi pemerintah,”ujar dia.

Sebelumnya, Lembaga Survei Jakarta (LSJ) merilis hasil sigi terbaru mengenai dinamika elektabilitas capres-cawapres di 2024.

Salah satu temuan menarik dari survei kali ini, ialah pendukung Joko Widodo (Jokowi) menginginkan duet Prabowo Subianto-Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

Baca Juga :  Bertolak ke Museum Multatuli Banten, Ganjar Pranowo Disambut Meriah Masyarakat dan Relawan

Sebelumnya, pada Rabu (20/9), bakal calon presiden (capres) PDIP Ganjar Pranowo juga membuka peluang berduet dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

“Kalau politik itu, sebelum nanti ditetapkan di KPU semua peluang bisa terjadi,” tambah Ganjar.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden dijadwalkan dimulai pada 19 Oktober sampai dengan 25 November 2023.

Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu), pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.

Saat ini, terdapat 575 kursi di parlemen sehingga pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 harus memiliki dukungan minimal 115 kursi di DPR RI. Selain itu, pasangan calon juga dapat diusung oleh parpol atau gabungan parpol peserta Pemilu 2019 dengan total perolehan suara sah minimal 34.992.703 suara.

 

Facebook Comments