Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBeritaPeristiwa

Nelayan di Labuan Pandeglang Banten Tewas Tersambar Petir Ditemukan Tim SAR

209
×

Nelayan di Labuan Pandeglang Banten Tewas Tersambar Petir Ditemukan Tim SAR

Sebarkan artikel ini
Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Binuangeun, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Rabu (6/12/2023).

Triberita.com | Pandeglang Banten – Pencarian di hari kedua terhadap korban Edi Supriadi (45), nelayan warga Kampung Karangsari, Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Pandeglang, Provinsi Banten, akhirnya membuahkan hasil.

Pada pencarian dihari kedua oleh Tim SAR gabungan, juga oleh HNSI Labuan dan warga, korban ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia, pada Kamis (7/12/2023).

Diketahui, korban jatuh ke laut setelah tersambar petir di sekitar Pulau Popole, di Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada Rabu (6/12/2023) kemarin.

Ketika itu, keempat warga nelayan tersebut menggunakan perahu kapal, ke empat nelayan tersebut bernama Edi Supriadi (nahkoda), Apipudin, Rohman, dan Samsudin.

Kepala Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Cepi Suteja, membenarkan empat nelayan merupakan warganya mengalami kecelakaan di laut saat hendak pulang usai mencari ikan di kawasan Popole.

“Saat itu, para nelayan itu menuju pulang, pas di pertengahan ada badai dan petir. Nah kapal mereka disambar petir,” kata Cepi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Adil Triyanto mengaku bersyukur Tim SAR berhasil menemukan jasad korban.

“Alhamdulillah, hasil kerja keras Tim SAR gabungan bersama HNSI dan warga pada hari ini, korban berhasil ditemukan sejauh 100 meter dari lokasi awal kejadian. Korban sudah diserahkan ke keluarganya,”ujar Kamis (7/12/2023).

Kronologi awal peristiwa itu, lanjut Adil, pada Rabu (6/12/2023) sekitar pukul 11:30 WIB, korban sedang membawa tamu untuk memancing, tiba-tiba tersambar petir dan jatuh ke laut.

Menurut Adil, pada pencarian hari ke dua TIM SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap korban dengan penyisiran sejauh ±3 km dari lokasi.

“Hari ini dengan cuaca berawan, kita melakukan pencarian korban menggunakan perahu karet, motor tempel, dan perahu nelayan,” ujarnya Kamis (7/12/2023)

Baca Juga :  Kenaikan Harga BBM dan Cuaca, Penyebab Kenaikan Harga Bahan Pokok di Pasar Badak Pandeglang

Masih dijelaskan Adil, unsur yang terlibat dalam pencarian korban, yakni Kantor SAR Banten, Unit Siaga SAR Pandeglang, KPLP Labuan, BMKG Serang, Polairud Panimbang, Koramil Labuan, Polsek Labuan, BPBD Provinsi Banten, BPBD Kabupaten Pandeglang, Tagana Kabupaten Pandeglang, PMI Kabupaten Pandeglang, Boedak Saung Rescue, HNSI Labuan, dan masyarakat.

“Dengan ditemukannya korban, maka Ops SAR ditutup, dan unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing,” ujar Adil.

Sebelumnya, pada bulan Oktober 2023 lalu, juga seorang nelayan tersambar petir saat mencari ikan menggunakan perahu di perairan Kuala Seputih, Kabupaten Lampung Timur, Lampung. Korban yang tak sadarkan diri jatuh ke laut dan hilang.

Koordinator Unit Siaga SAR Tulang Bawang Santosa mengatakan, saat kejadian korban bernama Tohar bersama rekannya Junopo, sedang melaut. Tiba-tiba terjadi cuaca buruk dan satu nelayan tersambar petir.

“Korban Tohar ditemukan meninggal dunia sekitar 4,5 kilometer dari lokasi kejadian,” ujar Santosa.

Dia menjelaskan, sebelum ditemukan meninggal dunia, tim SAR gabungan sempat mencari korban. Pencarian dilakukan bersama tim SAR gabungan yang terdiri atas Polairud Kuala Seputih, Koramil Kuala Seputih, aparat Pekon Kuala Seputih, nelayan dan masyarakat setempat.

Facebook Comments