Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

Jemaat GKI Serang Banten Laksanakan Ibadah Sabtu Sunyi

628
×

Jemaat GKI Serang Banten Laksanakan Ibadah Sabtu Sunyi

Sebarkan artikel ini
Suasana Sabtu Sunyi di GKI Serang Kota Serang, Provinsi Banten, pada hari Sabtu tanggal 19 April 2025. (Foto : Daeng Yusvin)

Triberita.com | Serang Banten – Hari ketiga disebut Sabtu Sunyi atau Sabbat Termulia atau Hari Sabtu Kudus.

Sabtu Sunyi atau Sabtu Suci merupakan bagian dari rangkaian Pekan Suci yang diperingati umat Kristiani setiap tahun. Sejumlah gereja melakukan kebaktian khusus untuk hari itu.

Dalam Minggu Kudus, terdapat tiga perayaan penting yang biasa dilaksanakan umat kristiani, yaitu Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Sunyi.

Banyak dari gereja tidak lagi melaksanakan tradisi ini secara resmi. Sabtu Sunyi merupakan hari mengingat Yesus di dalam kubur-seperti Yunus di dalam perut ikan.

Karena itu, dalam kebaktian masa kini, akan dibacakan berita tentang Yunus. Doa Mazmur yang diucapkan Yunus di dalam perut ikan adalah doa yang indah. Dan dalam ibadah ini, Mazmur didoakan, diibaratkan doa Yesus dalam kubur.

Pendeta Benny Halim foto bersama Panitia Paskah GKI Serang 2025, Provinsi Banten. (Foto : Daeng Yusvin)

Sabtu Sunyi merupakan hari ke 40 Masa Passion. Ibadah pada Sabtu Sunyi ini sejajar dengan ibadah hari pertama Passion, yaitu ibadah pengakuan dosa.

Sabtu Sunyi atau Sabtu Suci merupakan bagian dari rangkaian Pekan Suci yang diperingati umat Kristiani setiap tahun. Pada 2025, hari Sabtu Sunyi jatuh pada 19 April, tepat sehari sebelum perayaan Paskah.

Berbeda dengan hari-hari lain dalam kalender liturgi, Sabtu Sunyi diisi dengan suasana hening dan kontemplatif. Gereja-gereja tidak menggelar misa besar, mencerminkan duka atas wafatnya Yesus Kristus.

Sabtu Sunyi menjadi momen refleksi bagi umat untuk merenungkan pengorbanan Kristus di kayu salib. Sekaligus, hari ini menjadi lambang harapan akan kebangkitan yang akan dirayakan esok harinya.

Dalam tradisi Gereja, keheningan Sabtu Sunyi mengajak umat beriman untuk bersatu dengan kesedihan para murid dan Bunda Maria. Mereka menanti dalam diam, dengan keyakinan akan janji keselamatan.

Baca Juga :  Amankan Ibadah Natal, Polres Serang Banten Terjunkan Tim Jibom Brimob Sterilisasi di Ciruas Permai

Hari ini juga menjadi simbol iman yang teguh di tengah ketidakpastian. Umat diajak untuk tidak hanya merayakan kemenangan, tetapi juga menghargai proses penantian dalam kesunyian.

Sabtu Sunyi mengajarkan, bahwa dalam keheningan, iman tetap bekerja. Sebelum cahaya Paskah tiba, keheningan hari ini menjadi jembatan antara pengorbanan dan kebangkitan

Facebook Comments