Triberita.com, Subang – Subang merupakan kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Luas wilayah kabupaten ini 1.893,95 km persegi. Pada tahun 2017 jumlah penduduknya mencapai 1.552.925 jiwa.
Secara alami, Kabupaten Subang terbagi atas tiga bagian wilayah, yaitu:
- Daerah yang memiliki Pegunungan dengan ketinggian 500 meter sampai 1.500 meter dpl (diatas permukaan laut) dengan luas 41.035,09 hektar atau 20 persen dari seluruh luas wilayah Kabupaten Subang yang meliputi Kecamatan Sagalaherang, Kecamatan Serangpanjang, Kecamatan Ciater, Kecamatan Jalancagak, Kecamatan cisalak dan sebagian besar Kecamatan Tanjungsiang.
- Daerah yang bergelombang atau berbukit dengan ketinggian antara 50-500 meter dpl (diatas permukaan laut) dengan luas wilayah sekitar 71.502,16 hektar atau 34,85 persen dari seluruh luas wilayah Kabupaten Subang yang wilayahnya meliputi Kecamatan Cijambe, Kecamatan Subang, Kecamatan Cibogo , Kecamatan Dawuan, Kecamatan Kalijati, Kecamatan Cipeundeuy dan sebagian besar Kecamatan Purwadadi dan Cikaum.
- Daerah rendah dengan rata-rata ketinggian antara 0-50 meter dpl (diatas permukaan laut) dengan luas wilayah 92.639,7 hektar atau 45,15 persen dari seluruh luas wilayah Kabupaten Subang. Wilayahnya meliputi wilayah Pantura (pantai utara) yaitu Kecamatan Pagaden, Kecamatan Pagaden Barat, Kecamatan Binong, Kecamatan Tambakdahan, Kecamatan Cipunagara, Kecamatan Compreng, Kecamatan Ciasem, Kecamatan Sukasari, Kecamatan Pusakanagara, Kecamatan Pusakajaya, Kecamatan Pamanukan, Kecamatan Legonkulon, Kecamatan Blanakan, Kecamatan Patokbeusi dan sebagian kecil Kecamatan Cikaum dan Purwadadi.
Adapun artikel kali ini, akan membahas mengenai 6 fakta menarik di Subang. Pria wajib merapat, karna banyak tersimpan wanita cantik di Subang. Penasaran? Berikut ulasannya.
- Kampung Cinta
Kampung ini terkenal dengan wanita-wanita cantik yang siap untuk dinikahi siri. Meski jaraknya cukup jauh dari Jakarta, para pejabat kelas bawah sampai atas bisa memiliki istri dan anak dengan biaya murah.
Lalu mereka bisa ditinggal kapan saja apabila sudah bosan. Selama ada saling cinta, maka status pernikahan bukan soal bagi wanita dikampung ini.
- Kampung Siluman
Kampung Siluman, juga menyimpan keunikan di kalangan masyarakatnya. Pasalnya, hampir seluruh warga di satu kampung ini mampu berkomunikasi dengan bahasa Arab.
Selain banyak orang yang bisa berkomunikasi pakai bahasa Arab, di kampung di Desa Siluman Subang ini, juga banyak wanita keturunan Arab.
Keberadaan wanita berwajah Arab di Desa Siluman ini, bermula dari banyaknya kaum perempuan di desa itu yang bekerja di Saudi Arabia.
Sewaktu bekerja di sana, mereka menikah dengan lelaki Saudi Arabia. Kemudian lahirlah anak-anak perempuan yang berwajah Arab, ibu melayu Indonesia dengan ayah berdarah Arab.
Kerasnya hidup di desa itu, membuat sebagian warganya, baik laki-laki atau perempuan, merantau ke luar negeri dengan menjadi pekerja migran.
Adapun negara yang menjadi tujuan perantauan penduduk Desa Siluman, salah satunya adalah Saudi Arabia.

- Nanas Simadu
Nanas merupakan komoditas perkebunan utama di Subang. Dan di Kecamatan Cagak menjadi kawasan perkebunan nanas terluas di Subang yang mencapai 3.171 hektare. Jumlah produksi nanas di Subang, bahkan mencapai ratusan ribu ton/tahun.
Nanas khas Subang yang bernama Simadu, merupakan ikon kabupaten ini. Sesuai namanya, rasa nanas ini manis bak madu.
Sebenarnya, semua nanas yang ditanam di kabupaten ini berjenis sama, yakni Varietas Smooth Cayenne. Dari nanas Varietas ini, yang ditanam biasanya tumbuh nanas dengan kualitas yang lebih menonjol daripada yang lainnya.
Nanas dengan kualitas super itulah yang kemudian disebut nanas Simadu. Biasanya hanya ada satu atau dua buah nanas simadu yang bisa ditemukan dalam satu kuintal hasil panen.
Oleh karena itu, nanas Simadu punya harga yang lebih mahal. Untuk memastikan apakah yang anda beli nanas Simadu asli, sentil kulit nanasnya. Jika nyaring, berarti itu nanas Simadu yang asli.
- Jadi Tempat Persembunyian Para Pejuang
Di Subang, tepatnya di Desa Siluman, terdapat beberapa nilai sejarah seperti halnya di saat Indonesia yang masih dijajah oleh kolonial Belanda.
Konon, para pejuang yang bersembunyi di Sungai Cisiluman tersebut, tidak dapat ditemukan oleh para penjajah yang dirasakan hilang bak disembunyikan oleh siluman.
“Kenapa diambil dari nama sungai tersebut? Menurut cerita legendaris dari orang tua terdahulu, bahwa setiap pejuang yang saat itu melawan penjajah Belanda ketika dikejar dan bersembunyi di sungai tersebut tidak pernah ditemukan, maka diambil lah nama desa kita Desa Siluman,” katanya.
- Tradisi Gantangan
Di Subang ada tradisi unik bernama Gantangan. Keunikannya, yakni bila ada warga yang punya hajat, bisa “berutang” pada masyarakat setempat, baik uang atau bahan pokok.
Biasanya, tradisi ini dilakukan secara kolektif oleh masyarakat di kawasan Pantura, sebagai modal bagi si pemilik hajat.
Tokoh masyarakat akan membentuk panitia untuk mencari anggaran dengan berkeliling ke rumah-rumah masyarakat setempat sambil membawa wadah khusus bernama ‘Gantang’. Barang yang disumbangkan bisa berupa beras, bahan pokok, uang, dan lainnya.
Nantinya pemilik hajat wajib mengganti sumbangan tersebut sesuai dengan angka, maupun bentuk sumbangannya jika masyarakat lainnya memiliki hajat.
Masyarakat setempat lebih suka menganggap tradisi itu sebagai arisan karena akan menerima dan mengembalikan barang ke masyarakat lainnya di waktu mendatang.
- Negeri di Atas Awan
Subang memiliki banyak wisata alam yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya Bukit Pamoyanan.
Bukit ini bahkan disebut sebut sebagai ‘negeri di atas awan tanah Pasundan’. Berlokasi di Desa Kawungluwuk, Tanjungsiang. Bukit ini menawarkan pengalaman menyaksikan sunrise yang indah.
Bukit ini juga memiliki area berkemah untuk wisatawan bermalam menunggu matahari terbit. Saat bangun di pagi hari, para pelancong akan disambut dengan hamparan lautan awan yang memukau.

















