Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBeritaKesehatan

Kasus DBD di Lebak Banten Meningkat, 4 Warga Meninggal Dunia

291
×

Kasus DBD di Lebak Banten Meningkat, 4 Warga Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi nyamuk penyebab penyakit DBD.(Foto: Istimewa)

Triberita.com | Lebak Banten – Kasus penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, khususnya di Lebak Selatan, saat ini mengalami kenaikan.

Berdasarkan data dari rumah sakit di Kabupaten Lebak, tercatat peningkatan signifikan kasus DBD, dengan 760 kasus, dan sudah empat orang meninggal dunia .

“Dari Januari sampai Desember 2023, ada 760 kasus DBD, dan yang meninggal ada 4 orang di Lebak,” ujar Kabid Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PPL) Dinkes Kabupaten Lebak, Dr Nining Tilawah, Rabu (3/1/2024).

Menurut Nining, pemerintah daerah terus mengoptimalkan pencegahan kasus DBD, agar penyakit yang ditularkan nyamuk dan mematikan itu tidak meluas.

Dikatakan Nining, upaya yang harus dilakukan untuk mencegah DBD, adalah dengan melakukan gerakan 3 M plus. Gerakan 3M Plus (Menutup, Menguras, Mengubur) adalah langkah efektif dalam mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD).

Upaya ini mencakup penutupan tempat penampungan air, pengurasan tempat mandi, dan penguburan barang-barang bekas yang dapat menampung air. Terus menerapkan 3M Plus dapat membantu mengurangi risiko penularan DBD di masyarakat.

Selanjutnya kata Nining, cara menghindari gigitan nyamuk melibatkan penggunaan lotion anti nyamuk, obat nyamuk, pemakaian pakaian tidur dengan lengan panjang, serta pengamanan lubang-lubang ventilasi dengan kawat.

“Penting juga untuk mencegah gantungan baju menjadi tempat istirahat nyamuk,” tuturnya.

Imbauan dari Nining kepada masyarakat sangat tepat, terutama mengingat masuknya musim penghujan yang dapat menyebabkan genangan air.

Pelaksanaan gerakan 3M Plus, terutama dalam mengumpulkan dan membersihkan barang-barang bekas yang dapat menampung air, sangat penting untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti penyebab DBD.

Semoga kesadaran dan kerjasama masyarakat dapat membantu mengurangi risiko penularan DBD.

Baca Juga :  Satgas TPPO Ditreskrimum Polda Banten Selidiki Kasus Imigran yang Tewas di Arab Saudi

Selain itu juga pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Penyebaran penyakit DBD karena kembang biak nyamuk Aedes aegyti yang hidup di genangan air bersih yang tidak menyentuh tanah.

“Mungkin bagi yang senang memelihara burung yang ada tempat penampungan air, itu kan tempat air minumnya itu juga bisa jadi sarang nyamuk aides aigepty, jadi harus dibersihkan juga,” kata Nining.

Sementara data yang diperoleh, berdasarkan laporan rumah sakit di Kabupaten Lebak sejak Januari hingga tanggal 8 November 2023, jumlah penderita DBD tercatat sebanyak 468 kasus. Dari 468 kasus DBD itu, antara lain untuk Kecamatan Rangkasbitung 128 kasus, meninggal 1 kasus, Cibadak 50 kasus, Maja 49 kasus, Sajira 27 kasus, Malingping 25 kasus, dan Kalanganyar 23 kasus.

Sedangkan, untuk Kecamatan Warunggunung 23 kasus, Cikulur 22 kasus, Cimarga 19 kasus, Gunungkencana 15 kasus, Cipanas 14 kasus, Banjarsari 14 kasus, meninggal 1 kasus, Leuwidamar 10 kasus, Bayah 10 kasus, dan Curugbitung 8 kasus.

Begitu juga untuk Kecamatan Cileles ada 7 kasus, Lebakgedong 4 kasus, Wanasalam 4 kasus, Muncang 3 kasus, Sobang 3 kasus, meninggal 1, Panggarangan 3 kasus, Cibeber 3 kasus, Cijaku 2 kasus, Cigemblong 1 kasus, Cihara 1 kasus, Bojongmanik 0 kasus, Cirinten 0 kasus, dan Cilograng 0 kasus.

Dilansir dari WebMd, berikut ini adalah beberapa gejala dari penyakit demam berdarah yang sering terjadi dan tidak boleh diabaikan;

Demam Tinggi

Salah satu gejala dari penyakit demam berdarah ini adalah demam tinggi dan terjadi secara mendadak. Berbeda dengan pernyakit lain, demam yang terjadi karena demam berdarah terjadi secara mendadak. Perbedaan lain yang terjadi akibat dari demam yang merupakan gejala demam berdarah adalah suhu badan yang bisa mencapai 40 derajat celcius.

Selain itu, jika demam yang disebabkan oleh flu biasanya disertai dengan batuk dan pilek, akan tetapi demam yang disebabkan oleh DBD tidak disertai dengan batuk dan pilek.

Baca Juga :  Kabar Duka, Innalilahi wa Innailaihi Rajiun, Mantan Ketua PWI Cimahi Meninggal Dunia 

Sakit Kepala

Beberapa jam setelah mengalami demam, gejala lainnya mulai muncul seperti sakit kepala yang parah. Biasanya, sakit kepala terjadi pada bagian dahi dan disertai dengan sakit kepala bagian belakang. Sakit kepala ini adalah gejala umum yang seing terjadi pada pasien demam berdarah.

Nyeri otot

Selain sakit kepala, demam berdarah juga menimbulkan berbagai gejala yang lainnya seperti nyeri otot dan sendi. Gejala ini biasanya disertai dengan tubuh menggigil dan berkeringat dingin.

Mual dan muntah

Beberapa orang merasakan gejala dari demam berdarah yang muncul dan menimbulkan masalah pencernaan. Biasanya, masalah pencernaan yang terjadi adalah mual dan muntah. Selain itu, bagian perut atau punggung terasa tidak nyaman saat beraktivitas. Gejala ini bisa berlangsung selama dua hingga empat hari.

Kelelahan

Demam yang disertai dengan nyeri otot dan gangguan pencernaan akan membuat pasien DBD menjadi kurang nafsu nakan. Menurunnya nafsu makan pada pasien DBD bisa menyebabkan kelelahan karena kurangnya asupan nutrisi yang didapatkan dari makanan sehari-hari. Selain itu, kurangnya nutrisi bisa menyebabkan sistem kekebalan tubuh mejadi lebih lemah.

Facebook Comments