Triberita.com | Kabupaten Bekasi – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Bekasi menyoroti perilaku salah satu anggota DPRD Kabupaten Bekasi berinisial NY, yang belakangan ini menjadi kecaman.
NY sempat viral, lantaran dilaporkan ke polisi setelah melakukan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap warga bernama Fendi.
Tak hanya itu, disaat kasus pengeroyokan ini dalam proses penyelidikan di Polres Metro Bekasi limpahan dari Polda Metro Jaya, muncul video menayangkan NY bersama teman wanitanya sedang karaoke di salah taman hiburan malam (THM) di Jakarta.
Menanggapi perilaku NY yang seharusnya mengemban dengan baik tanggung jawab sebagai wakil rakyat Kabupaten Bekasi, GP Ansor pun mengecam ulah politisi PDIP tersebut.
Sekretaris PC GP Ansor Kabupaten Bekasi, Toto Adi Saputro mengungkapkan, sebagai pemimpin, seharusnya NY memberikan uswah atau keteladanan yang baik kepada masyarakat.
“Prinsipnya, harapan kami, sebagai pemimpin mestinya memberikan uswah yang baik,” ujar Toto kepada Triberita.com.
Menurut dia, sebagai pemimpin yang dipercaya oleh masyarakat, NY tidak lazim melakukan perbuatan penganiayaan dan pengeroyokan tersebut.
Toto juga setuju apabila perbuatan NY diserahkan kepada mekanisme jalur hukum yang berlaku.
“Kalau saya, urusan itu ya monggo diserahkan kepada mekanisme hukum lah, jalur hukum yang berlaku,” kata Toto.
Perilaku NY yang terkesan bobrok diakui salah satu warga Bekasi yang sempat mengenal NY.

R, warga Cikarang yang tidak ingin disebut namanya ini mengungkapkan, NY memang sering melakukan kegiatan yang tidak terpuji. R mencontohkan dirinya sering melihat NY karaoke di tempat hiburan malam (THM) bersama wanita-wanita penghibur atau yang sering disebut LC (Lady Companion).
Tak hanya itu, menurut R, saat di THM tersebut, NY juga sering mengkonsumsi minuman beralkohol atau minuman keras ditemani LC.
‘”Saya sih sering lihat anggota dewan NY karaoke sama LC, sambil minum miras,” beber R kepada Triberita.com, kemarin.
Klarifikasi NY soal Video di THM
NY sendiri dalam keterangannya kepada Triberita.com, berupaya mengklarifikasi video dari akun TikTok @christinaanget358 tersebut.
Kepada Triberita.com, NY menyebut bahwa video tersebut sebelumnya sudah lama tayang, dan ia juga sudah melaporkan si pembuat video ke Chybercrime Polda Metro Jaya.
“Iya, saya juga lihat di Tiktok. Saya sempat laporkan ke Chybercrime Polda Metro Jaya,” ungkap NY dalam pesan WhatsApp kepada Triberita.
“Jadi pembuat video adalah orang yang saya kenal, saya bayarin juga di hari kejadian,” sambungnya.
Ungkapan ini bisa diartikan si pembuat video berada di ruang yang sama dengan NY bersama wanitanya.
NY mengaku wanita yang bersama dirinya dalam video itu adalah istri keduanya.
“Video itu saya sama istri kedua saya kala itu,” ujar N.
Si pembuat video, menurut NY, juga melaporkan ke partai (PDI Perjuangan).
NY mengatakan, dirinya sudah melakukan klarifikasi ke partai, sambil menunjukkan beberapa bukti.
“Pas diklarifikasi di partai, barulah saya bawa bukti LP dan surat nikah, KTP dan KK,” jelasnya.
Ia menambahkan, usai ia disidang oleh partai, video di TikTok itu pun kemudian dihapus.
Mangkir dari Panggilan Polres
Sebagai informasi, kasus pengeroyokan yang dilakukan NY saat ini dalam penyelidikan di Polres Metro Bekasi.
Namun saat pemanggilan yang pertama, NY tidak hadir atau mangkir, dengan alasan sedang mengikuti kegiatan partai di Bali.

















