Triberita.com | Cilegon Banten – PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry mengakui terjadi kemacetan panjang menjelang Pelabuhan ASDP Merak, Kota Cilegon, Provinsi Banten.
“Antrean truk dipicu kondisi cuaca cukup ekstrem, sehingga berdampak pada terganggunya pelayanan penyeberangan dan jadwal keberangkatan kapal,” kata Corporate Secretary ASDP Indonesia Ferry, Shelvy Arifin.
Diketahui, sejak Kamis (7/3/2024) hingga hari ini Sabtu (9/3/2024), terjadi kemacetan parah pada ruas jalan dari Kota Cilegon menuju Pelabuhan ASDP Merak.
Atrian panjang kendaraan dari arah Jakarta menuju Pelabuhan ASDP Merak, mengular hingga terjadi antrian di gerbang tol Merak, dimana ekor antrian mencapai KM 94.
“Panjang antrian maju mundur 3-5 kilometer dari gerbang tol Merak,” ujar Kepala Departemen Manajemen CSR dan Humas Astra Infra Toll Road Tangerang Merak Uswatun Hasanah, Sabtu (9/3/2024).
Dampak cuaca buruk yang terjadi pada ruas jalan menuju Pelabuhan ASDP Merak, juga mengakibatkan aparat Kepolisian dari Polres Cilegon harus melakukan penyekatan bagi kendaraan yang hendak menuju pelabuhan dan melanjutkan perjalanan menggunakan kapal ferry.
Penyekatan dilakukan lantaran kantong-kantong parkir tiap dermaga di pelabuhan padat, dan antrian kendaraan dari pelabuhan ASDP Merak, mengular mencapai 1 kilometer, baik di Cikuasa Atas maupun jalan Cikuasa Bawah.
“Kami lakukan penyekatan di Cikuasa Atas untuk kantong parkir. Dermaga penuh, kendaraan kita tarik ke pelabuhan jika situasi pelabuhan dilaporkan lengang,” kata Kaur Lantas Polres Cilegon, Iptu Haris Munandar, Sabtu (9/3/2024).
Per hari ini, Sabtu (9/3/2024) pukul 09.00 WIB, kondisi cuaca di Pelabuhan Merak berdasarkan informasi BMKG berada di level 2-3 dengan kecepatan angin 20-25 knot/s dan ketinggian gelombang mencapai 2.5 meter.
Kondisi cuaca itu menyebabkan sulitnya kapal bersandar untuk proses bongkar muat di seluruh dermaga yang beroperasi.
Cuaca buruk mulai terjadi sejak Kamis (7/3/2024) malam pukul 22.00 WIB, dimana angin kencang dari arah selatan ke barat daya dengan kecepatan angin 20-25 knot dan menghasilkan gelombang besar.
Akibat adanya arus kuat ke arah timur laut dengan kecepatan berkisar 1,5-2 m/detik, kapal kesulitan melakukan proses sandar.
“Melihat situasi dan kondisi di lapangan, manajemen ASDP segera berkoordinasi dengan regulator dan mitra kerja terkait dalam memitigasi kondisi cuaca yang berdampak pada pelayanan. Dengan mempertimbangkan keselamatan pengguna jasa, ASDP menetapkan proses bongkar muat kapal di Dermaga 1, 2, 3, dan 6 hanya menggunakan side ramp. Kemudian, dilakukan penutupan sementara sejak pukul 00.00 WIB di Dermaga 4 dan 7 ditutup,” kata Corporate Secretary, Shelvy Arifin, saat di konfirmasi, pada Jumat (8/3/2024) kemarin.
“Antrean truk dipicu kondisi cuaca cukup ekstrem, sehingga berdampak pada terganggunya pelayanan penyeberangan dan jadwal keberangkatan kapal,” sambungnya.
Untuk itu, Shelvy Arifin meminta bagi para pengguna jalan yang akan mengarah ke Pelabuhan Merak, selama kondisi cuaca masih buruk, dapat menggunakan rest area 43 A dan 68 A untuk menunggu cuaca membaik.
“Kami mengimbau pengguna jalan yang akan menuju pelabuhan Merak untuk dapat menunggu di rest area yang ada di sepanjang ruas jalan tol di KM 13, KM 43 dan KM 68, atau keluar gerbang terdekat agar terhindar dari antrean,” ujar Shelvy menambahkan.

















