Triberita.com, Merak Banten – PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Indonesia Ferry (Persero) atau ASDP mengoptimalkan menjaga kelestarian lingkungan hidup melalui pengelolaan sampah sebagai wujud komitmen perusahaan dalam upaya mereduksi emisi karbon.
Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin mengatakan, sebagai perusahaan transportasi, ASDP memiliki keterkaitan erat dengan upaya reduksi emisi karbon, sehingga ASDP berkomitmen menerapkan prinsip usaha berwawasan lingkungan di berbagai bidang, mulai di pelabuhan, kapal penyeberangan, hingga lingkungan sekitarnya.
Salah satunya, kata dia, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ASDP yang menggandeng Plasticpay konsisten untuk mereduksi jejak karbon melalui keberlanjutan penggunaan Reverse Vending Machine (RVM) untuk mengurangi sampah plastik.
“Sebagai perusahaan transportasi, tentunya ASDP memiliki keterkaitan erat dengan emisi karbon, sehingga ASDP berkomitmen menerapkan prinsip usaha berwawasan lingkungan di berbagai bidang, mulai di pelabuhan, kapal penyeberangan, hingga sisi manajemennya,”ujar Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin, Kamis (26/10/2023).
ASDP menurut Shelvy Arifin, konsisten dalam mendukung penanganan sampah, karena permasalahan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan instansi terkait saja, melainkan seluruh lapisan, termasuk masyarakat yang dituntut untuk berperan aktif serta berkontribusi dalam menangani permasalahan sampah.
“Sebagai perusahaan yang terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan global, ASDP terus berusaha menjadi bagian dari perusahaan yang berkomitmen kuat terhadap lingkungan berkelanjutan. Tidak hanya yang berskala nasional, seperti pengoperasian kapal berbasis green shipping, tetapi juga dari lingkungan masyarakat sekitar perkantoran ASDP. Karena hal besar selalu dimulai dari hal-hal kecil didekat kita,” terang Shelvy.
Selain itu, Shelvy melanjutkan, permasalahan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan instansi terkait, melainkan juga masyarakat.
“Karenanya, kami berkomitmen dalam penanganan sampah sejak dari sumbernya. Kami berharap, dalam menjalankan upaya kebersihan dan kelestarian lingkungan ini, kami dapat bersinergi dengan masyarakat setempat,” ujar Shelvy.
Secara bertahap, ASDP akan memperluas upaya penanganan sampah melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Kemudian, melalui program TJSL, perseroan akan terus menerapkan nilai-nilai keberlanjutan dalam setiap kegiatan operasi dan usahanya guna membantu penanganan dampak emisi karbon dan sampah, serta menjaga kelestarian hayati dan penghijauan.
Saat ini, salah satu permasalahan yang menjadi perhatian dunia adalah keberadaan sampah plastik di laut yang mengancam ekosistem laut.
Tercatat pada periode Januari-Oktober 2023, ASDP telah berhasil mengumpulkan sampah botol plastik sebanyak 29.982 pieces dengan berat 560 kg, yang terkumpul melalui mesin RVM.
Adapun jumlah sampah botol plastik tersebut setara dengan reduksi emisi sebesar 2,091,785 (dalam gram) atau sekitar 2,09 ton karbon.
Data mencatat, lebih dari 300 partisipan karyawan yang dikenal sebagai Ferizyan dan masyarakat umum yang turut serta mengumpulkan sampah plastik melalui RVM ASDP.
Selain itu, penyediaan dropbox sampah ASDP yang tersebar di Jakarta dan Merak juga mencerminkan komitmen ASDP dalam mengurangi masalah sampah plastik yang sering kali mencemari laut. Inisiatif ini juga mengajak partisipasi para Ferizyan dan pengguna jasa dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Sejalan dengan upaya menjaga lingkungan tersebut, pada bulan Agustus 2023 lalu, ASDP juga menggelar program bersih-bersih laut dan pantai dari sampah plastik bertajuk “Ocean Clean Up Day” di 27 Cabang layanan di seluruh Indonesia.
Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi karbon hingga 29 persen pada 2030 mendatang. Langkah-langkah seperti ini tentu mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Nomor 12, 13, dan 14, yang berkaitan dengan isu lingkungan dan pengurangan penggunaan plastik.
Sebagai operator kapal terbesar di dunia, dimana mengoperasikan 226 unit kapal dan 36 unit pelabuhan, ASDP memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian lingkungan.
ASDP terus berkomitmen untuk dapat berperan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup dan mendorong kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, katanya.
Dikutip dari National Geographic, pada 2040, jumlah akumulasi sampah plastik di lautan diperkirakan mencapai 600 juta ton. Apabila tidak ditangani dengan serius, masalah ini bakal berdampak pada kerusakan ekosistem laut.
Selain itu, sampah plastik juga akan memengaruhi siklus rantai makanan sehingga menimbulkan dampak sangat buruk pada kesehatan manusia dan ekosistem lainnya.

















