Triberita.com | Kabupaten Bekasi – Perbuatan Kepala Pengajar Pondok Rumah Tafiz Quran (RTQ) Al Huda, Muhammad Rafid Syauqi alias Rafid, yang diduga telah melakukan sodomi terhadap anak didiknya, hingga kini masih berdampak.
Korban , yakni ARS (13), murid RTQ AL Huda di Desa Waluya Cikarang Utara Kabupaten Bekasi yang diduga disodomi oleh Rafid, terkena dampak psikologis. ARS kini cenderung menjadi anak pendiam dan sering murung di kamar, dan orantua ARS pun merasa sedih dan pilu melihat perubahan anaknya.
Pasalnya, menurut Napsiah (42), ibunda ARS, anaknya lebih sering menangis dan mengurung diri kamar.
“Saya sangat sedih dan selalu menangis bila melihat anak saya menangis sendiri di kamar,” ucapnya.
Selain itu dirinya juga selalu berusaha membujuk supaya anaknya mau bermain bersama teman-temannya di luar rumah.
“Ya, saya setiap hari selalu bujuk ARS supaya mau main bersama teman-temannya di rumah, agar bisa melupakan trauma yang dialaminya, tapi sampai saat ini bujukan saya belum berhasil,” ungkapnya dengan mengeluarkan air mata saat dimintai keterangan.
Pihaknya berharap kasus yang sudah dilaporkan ke Polres Metro Bekasi bisa segera dituntaskan, dan juga korban butuh pendampingan profesional, untuk memulihkan traumatik si anak dari pihak yang kompeten.
Sementara, terduga pelaku sodomi Muhammad Rafid Syauqi alias Rafid saat ditemui wartawan Triberita di lokasi Pondok Rumah Tafiz Quran (RTQ) Al Huda Ustad pada Senin (29/1/2024) malam, belum bersedia memberikan klarifikasi terkait pemberitaan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ustad Muhammad Rafid Syauqi alias Rafid, dilaporkan ke Polres Metro Bekasi. Pasalnya, kepala pengajar pondok RTQ di Desa Waluya Cikarang Utara Kabupaten Bekasi itu melakukan perbuatan bejat terhadap anak didiknya.
Pengakuan terungkap dari salah satu murid RTQ Al Huda berinisial ARS (13) yang diduga menjadi korban sodomi yang dilakukan Rafid.
ARS menjelaskan bahwa dirinya selalu diminta untuk memuaskan nafsu bejat ustadz guru pengajar di RTQ Al Huda itu.
Tak terima dengan perlakuan bejat yang diterima anaknya, Napsiah (42) orangtua ARS pun melaporkan Rafid ke Polres Metro Bekasi,
Namun tampaknya laporan tersebut belum ditindaklanjuti, sehingga Napsiah pun menilai laporannya ke Polres Metro Bekasi sampai sejauh ini masih mengambang atau belum ada jawaban kejelasannya.
“Awalnya tanggal 18 Mei 2023, saya membuat laporan bersama beberapa wali murid korban sodomi ustadz Rafid dan melakukan visum, tapi saat itu hasil visum pihak kepolisian tidak mau menunjukan langsung ke saya, dengan alasan hasil visum tidak boleh dipublikasikan,” ucapnya.
“Saya sebagai orang miskin yang tidak punya apa-apa, berharap pihak kepolisian bisa cepat memproses laporan saya yang sudah sangat lama,” sambungnya.
Selain itu, dirinya juga menyesalkan kepada pendiri RTQ Al Huda Dadang Lesmana yang juga saat ini sedang Caleg dapil 7 Kabupaten Bekasi, karena dianggap melindungi Ustadz Rafid dari dugaan sodomi.
Sementara pendiri RTQ Al Huda, Dadang Lesmana mengatakan, dirinya sudah berusaha untuk mempertemukan kedua belah pihak, tetapi pihak terduga korban tidak mau untuk melakukan pertemuan.
“Kita sudah mencoba mencari titik kebenarannya dengan mendatangkan Ustad Rafid dan keluarga ARS akan tetapi terduga korban tidak mau untuk bertemu, bahkan membuat laporan ke Polres Metro Bekasi,” kelitnya.

















