Scroll untuk baca artikel
BeritaInternasional

Pertempuran Thailand-Kamboja, 13 Orang Tewas dan 71 Luka-Luka

264
×

Pertempuran Thailand-Kamboja, 13 Orang Tewas dan 71 Luka-Luka

Sebarkan artikel ini
Suasana pertempuran di perbatasan Thailand dan Kamboja, meningkat menjadi konflik bersenjata yang menimbulkan korban tewas dan luka-luka di kedua belah pihak, termasuk warga sipil. (Foto : tangkap layar)

Triberita.com | Jakarta – Menurut keterangan Juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Maly Socheata, dalam serangan artileri Thailand di wilayah perbatasan Kamboja, Pursat pada Sabtu (26/7/2025), sebanyak 13 orang tewas dan 71 lainnya luka-luka. Para korban sebagian besar warga sipil.

“Sejauh ini, Thailand telah menewaskan lima tentara, delapan warga sipil, serta melukai 21 tentara dan 50 warga sipil,” ujar Maly Socheata, dikutip Sabtu (26/7/2025).

Ketegangan di perbatasan Thailand dan Kamboja, meningkat menjadi konflik bersenjata pada 24 Juli yang menimbulkan korban tewas dan luka-luka di kedua belah pihak, termasuk warga sipil.

“Sekitar 35.800 orang di provinsi Oddar Meanchey, Preah Vihear, Pursat, dan Banteay Meanchey telah dievakuasi,” terang Maly Socheata.

Konflik terjadi, menyusul bentrokan yang terjadi pada 28 Mei, antara personel militer Thailand dan Kamboja di zona netral yang disengketakan, yang menewaskan seorang tentara Kamboja.

Pertempuran ini, menjadi eskalasi paling berdarah antara kedua negara tetangga Indonesia ini selama 13 tahun terakhir.

Kamboja dan Thailand memang terlibat sengketa berkepanjangan soal wilayah perbatasan, yang sama-sama menjadi destinasi wisata populer bagi jutaan turis asing.

Sengketa wilayah antara Thailand dan Kamboja, bermula sejak masa penjajahan Prancis ketika peta perbatasan antara kedua negara disusun pada 1907, yang ditafsirkan berbeda oleh kedua negara.

Dalam peta tersebut, anggota komisi demarkasi Prancis, mengabaikan beberapa bagian perbatasan karena sulit diakses, sehingga setelah Kamboja merdeka dari Prancis pada 1953, wilayah-wilayah ini menjadi subjek sengketa wilayah.

Untuk menyelesaikan masalah sengketa tersebut, Thailand lebih memilih menyelesaikan melalui negosiasi bilateral dengan negara-negara tetangga.

Sementara Kamboja, mengandalkan Mahkamah Internasional, yang yurisdiksinya tidak diakui Thailand.

Baca Juga :  Hari Ini U-23 Indonesia Lawan U-23 Thailand di Stadion GBK

Sementara bentrokan terbaru, terjadi setelah dua hari pertempuran intens yang melibatkan jet tempur, peluncur roket, dan artileri berat di berbagai wilayah perbatasan, yang memaksa lebih dari 100.000 orang dievakuasi dari zona konflik oleh kedua negara.

Thailand melaporkan jumlah korban tewas di pihaknya mencapai 20 orang, termasuk tujuh tentara sejak pertempuran pecah pada hari Kamis, dengan lebih dari 60 orang terluka. Kamboja melaporkan, 13 kematian termasuk lima tentara, dan 70 orang lainnya luka-luka.

Facebook Comments