Scroll untuk baca artikel
BeritaSubang

Pimpin BAZNAS Subang, Dr. H A  Sukandar Dorong Strategi “Ngabret” dan Pemetaan Potensi Zakat Baru

212
×

Pimpin BAZNAS Subang, Dr. H A  Sukandar Dorong Strategi “Ngabret” dan Pemetaan Potensi Zakat Baru

Sebarkan artikel ini
H Dr H A Sukandar M.AG Ketua BAZNAS Subang Periode 2025 -2030.(Foto: Harun)

Triberita.com | Subang — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Subang kini resmi berada di bawah kepemimpinan baru. Dr. H. A. Sukandar, M.Ag., dipercaya menakhodai lembaga pengelola zakat tersebut dengan membawa visi percepatan kinerja melalui strategi bertajuk “Ngabret” serta penguatan pemetaan potensi zakat.

Mulai bekerja secara struktural lengkap sejak 13 Januari 2026, Sukandar menegaskan bahwa langkah awal kepemimpinannya difokuskan pada penguatan konsolidasi internal. Menurutnya, soliditas organisasi menjadi fondasi utama agar BAZNAS Subang mampu bergerak cepat dan efektif.

“Yang paling penting adalah membangun chemistry dan kesatuan komando. Tidak boleh ada ego sektoral. Semua harus berjalan dalam satu arah dan tujuan,” ujar Sukandar.

Optimalisasi Zakat ASN dan Sektor Usaha

Salah satu strategi utama yang akan dijalankan adalah Pemetaan Potensi Zakat (PPZ). Sukandar menyoroti besarnya potensi zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang yang jumlahnya mencapai sekitar 11.000 orang.

Selama ini, pengumpulan zakat ASN baru bersumber dari Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Padahal, potensi zakat dari gaji pokok ASN dinilai masih sangat besar dan belum tergarap optimal.

“Kami berharap ke depan ada integrasi antara zakat dari gaji dan TPP. Jika potensi ini bisa digerakkan, bukan tidak mungkin posisi Subang yang selama ini berada di peringkat bawah perolehan zakat di Jawa Barat bisa naik ke sepuluh besar,” katanya optimistis.

Selain ASN, BAZNAS Subang juga akan memperluas basis penghimpunan zakat ke sektor-sektor ekonomi strategis yang selama ini belum tersentuh secara maksimal. Di antaranya sektor industri, seperti pabrik besar, pelabuhan internasional, hingga kawasan industri otomotif baru di Subang.

Baca Juga :  Persaingan Sengit, Kembali Hadi Wibowo Mencalonkan Diri Sebagai Ketua PWI KBB

Tak hanya itu, sektor UMKM dan gaya hidup masyarakat—seperti kafe dan pusat aktivitas ekonomi kreatif—serta sektor pertanian dan kelautan juga menjadi perhatian serius. Potensi beras Subang, perikanan, dan peternakan dinilai memiliki kontribusi besar apabila dikelola melalui pendekatan zakat yang tepat.

Perkuat Transparansi dan Strategi Komunikasi

Dalam upaya meningkatkan kepercayaan publik, Sukandar menyiapkan strategi komunikasi yang lebih terbuka dan partisipatif. BAZNAS Subang akan melibatkan tokoh-tokoh dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam, seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Persatuan Islam (Persis), untuk melakukan edukasi zakat secara langsung kepada masyarakat.

“Kami juga akan meluncurkan gerakan ‘Terima Kasih’ kepada para muzaki melalui pesan WhatsApp, sebagai bentuk apresiasi dan transparansi,” jelasnya.

Selain itu, pemanfaatan media luar ruang seperti videotron akan digunakan untuk menampilkan informasi penyaluran zakat agar masyarakat dapat melihat secara langsung manfaat dari dana yang mereka titipkan.

Menguatkan Kesadaran Sosial dan Nilai Keimanan

Menutup pernyataannya,  Sukandar menegaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan perintah Allah SWT yang memiliki dimensi sosial dan kemanusiaan yang sangat kuat.

“Zakat adalah instrumen untuk membantu sesama, khususnya yatim piatu, kaum dhuafa, dan para lanjut usia. Sejalan dengan tagline Subang Ngabret, maka BAZNAS juga harus Ngabret dalam melayani umat, dengan tata kelola yang menjunjung tinggi prinsip good governance, transparansi, dan akuntabilitas,” pungkasnya.

Facebook Comments