Triberita.com, Serang Banten – Ide cantik dan brilian petugas polisi menyamar sebagai pembeli atau pemesan narkoba, Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Serang berhasil mengamankan seorang pengedar sekaligus pengguna narkotika jenis sabu.
Tersangka berinisial BU (40 tahun) warga Desa Nagara, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, diringkus di pinggir jalan Pasar Blokang, Desa Blokang, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang.
Kasatresnarkoba AKP Michael K Tandayu mengatakan, penangkap pelaku pengedar narkoba ini, berawal dari informasi masyarakat, pada Senin (20/3/2023) sekitar pukul 22.30 WIB.
Berbekal dari informasi tersebut Tim Opsnal dipimpin AIPDA M Marziska bergerak melakukan pendalaman informasi.
“Setelah mendapatkan identitas, berpura-pura sebagai pengguna, petugas mencoba menghubungi pelaku untuk membeli sabu. Gayung bersambut, pelaku mengiyakan untuk bertemu,” terang Michael, Sabtu (25/3/2023).
Tandayu menambahkan, seperti yang dijanjikan, sekitar pukul 22.30 WIB, petugas segera bergerak ke lokasi. Sesuai dengan ciri-ciri yang sudah didapat, petugas yang menyamar sebagai konsumen segera menghampiri tersangka yang saat itu sedang menunggu di pinggir jalan sekitar Pasar Blokang, Desa Blokang, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang.
“Setelah transaksi berlangsung, petugas langsung menangkap tersangka. Satu paket sabu dalam bungkus rokok hasil transaksi diamankan untuk dijadikan barang bukti,” jelas Tandayu.

Tidak hanya itu, dalam pengembangan, Tim Opsnal kemudian melakukan penggeledahan di rumah tersangka, dan berhasil menemukan satu paket sabu lainnya, yang disembunyikan dalam lemari pakaian berikut timbangan elektronik.
“Bersama barang bukti, tersangka kemudian dibawa ke Mako Polres Serang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dua paket sabu berhasil diamankan dari tersangka seberat 1,69 gram,” terangnya.
Dari hasil keterangan tersangka, sabu yang dijual kepada polisi yang menyamar, diakui di dapat dari orang yang mengaku bernama David (DPO) yang ditemui di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.
“Tersangka BU ini mengaku sudah 3 bulan berbisnis sabu dan mendapat pasokan dari David (DPO) warga di kawasan Blok M. Selain mendapat keuntungan uang, tersangka juga menggunakan sabu secara gratis,” ujar Tandayu.
Kasatresnarkoba juga menjelaskan, jika tersangka yang berprofesi sebagai juru parkir ini, mengaku tidak mengeluarkan modal untuk mendapatkan sabu. Tersangka hanya menyerahkan setoran uang kepada David, kemudian mendapatkan sabu kembali.
“Kasus ini masih kita kembangkan dan Tim Opsnal sedang berusaha keras untuk menangkap tersangka David (DPO) yang disebut sebagai penyedia sabu,” tegasnya.
Atas perbuatanya, “Tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 Ayat (1) Undang Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara sampai seumur hidup,” ujar Tandayu.
















