Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

Puluhan Orang di Serang Banten Terjaring Operasi Premanisme, Kapolres Berikan Bimbingan Rohani dan Makan Bersama

372
×

Puluhan Orang di Serang Banten Terjaring Operasi Premanisme, Kapolres Berikan Bimbingan Rohani dan Makan Bersama

Sebarkan artikel ini
Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko sedang memberikan wejangan kepada sejumlah juru parkir yang terjaring dalam operasi cipta kondisi. (Foto : Daeng Yusvin)

Triberita.com | Serang Banten – Sebanyak 23 pelaku pungutan liar (pungli) diamankan personel gabungan Polres Serang dalam operasi pemberantasan pungli dan premanisme yang digelar di sejumlah lokasi di wilayah timur Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Minggu (27/4/2025) malam.

Dari para pelaku pungli ini, petugas mengamankan barang bukti uang pungutan sebanyak Rp 2 juta serta satu bundel tiket parkir.

“Operasi cipta kondisi ini, dilakukan dalam rangka menjaga kondusifitas keamanan, ketertiban serta kenyamanan masyarakat dari aksi premanisme,” kata Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko.

Ia mengungkapkan, puluhan pelaku pungli ini diamankan dari sejumlah lokasi diantaranya, persimpangan sepanjang jalur arteri Serang Jakarta, areal parkir PT Indah Kiat Pulp and Paper, gerbang masuk PT Univenus serta gerbang Kawasan Industri Modern Cikande.

“Operasi cipta kondisi ini, dilakukan dengan menyasar lokasi-lokasi rawan pungli dan premanisme di areal industri,” jelas Condro didampingi Wakapolres Kompol Fauzan Afifi, Kasatreskrim AKP Andi Kurniady ES dan Kasatbinmas AKP Surya Sabanusa.

Dikatakannya, para pelaku pungli selanjutnya diamankan ke Mapolres Serang untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.

Setelah melaksanakan pendataan, mereka kemudian dikumpulkan di areal masjid As-Salam dan melaksanakan shalat dan zikir serta siraman rohani yang dibimbing oleh Ustadz Samsul.

Condro berharap, setelah mendapat pembinaan serta siraman rohani, preman yang terjaring dalam operasi cipta kondisi ini bisa berubah dan berpikir untuk dapat mendapat pekerjaan yang layak, sehingga tidak lagi melakukan pemerasan.

“Kita juga beri nasihat, agar segera mencari kerja, agar bisa mendapatkan penghasilan yang tetap untuk menghidupi keluarga,” katanya.

Usai menberikan siraman rohani, Kapolres selanjutnya menggelar Ngariung Iman Ngariung Aman dengan ngobrol sambil makan malam bersama di teras mesjid As-Salam.

Facebook Comments