Triberita.com | Makassar – Duel sengit dua tim legendaris Semen Padang FC di markas PSM Makassar pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/26, dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) malam ini, Senin (2/2/2026) malam, dengan waktu sepak mula (kick-off) pukul 19.00 WIB.
Skuad Kabau Sirah datang ke Parepare dengan kepercayaan diri cukup tinggi, usai meraih hasil imbang 3-3 melawan Bali United FC pada pekan sebelumnya.
Hasil tersebut, dinilai menjadi modal penting bagi Semen Padang untuk kembali mendulang poin, meski bermain di kandang lawan.
“Kondisi pemain kami siap untuk laga lawan PSM. Saya selalu sampaikan ke pemain, bahwa semua laga untuk kami, adalah penting. Karena ada di zona merah. Tidak ada waktu untuk bersantai, setiap poin sangat berharga bagi nasib tim ini,” ujar Pelatih Kepala Semen Padang FC, Dejan Antonic.
Dejan Antonic berharap, mentalitas anak asuhnya terus membaik setahap demi setahap. Ia menargetkan poin, entah itu satu atau tiga, sebagai oleh-oleh dari Parepare.
“Ke depan, setahap demi setahap (step by step), semoga anak-anak bisa tampil lebih baik. Dan semoga, tentunya nanti bisa curi poin dari PSM untuk memperbaiki posisi kami,” terangnya.
Meski lawan sedang terpuruk, Dejan Antonic enggan meremehkan kekuatan tim besutan Bernardo Tavares tersebut. Menurutnya, PSM tetaplah tim besar dengan tradisi dan mentalitas juara yang bisa bangkit kapan saja.
“Putaran kedua ada banyak amunisi baru. Semoga saja kita bisa punya kesempatan untuk membuktikan. Lawan Bali United lalu, kita dapat hasil cukup positif. Semoga kita bisa membantu Semen Padang keluar dari zona merah,” Dejan Antonic berharap.
“Sepakbola, kadang naik-turun. Kita harus berpikir positif,” sambungnya.
Di sisi lain, tuan rumah PSM Makassar sedang dalam kondisi limbung. Skuad berjuluk Juku Eja tersebut, tengah didera tren negatif usai menelan lima kekalahan beruntun dalam lima laga terakhir.
Saat ini, PSM tertahan di peringkat ke-13 dengan koleksi 19 poin.
Namun kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes mengatakan, bahwa mentalitas pasukan Ramang tidak goyah. Baginya, kepercayaan diri adalah kunci untuk bangkit dari keterpurukan.
“Saya kira, mental kita tetap sama. Kita mempertahankan mental yang kuat, percaya diri dan hanya dengan ini kita bisa melangkah maju ke depan,” ujar Yuran dalam sesi konferensi pers di Stadion BJ Habibie, Minggu (1/2/2026).
Yuran menegaskan, isu yang berkembang di media sosial setelah lima pertandingan tanpa kemenangan, tidak mempengaruhi mental para pemain.
Ia memastikan, dirinya dan teman-temannya hanya fokus pada satu tujuan, yakni meraih kemenangan di hadapan pendukung sendiri.
Hal senada dikatakan Pelatih PSM Tomas Trucha. Dia mengakui penurunan performa tim belakangan ini dipicu oleh faktor teknis yang cukup pelik.
Kehilangan pemain kunci akibat cedera dan akumulasi kartu, menjadi hambatan utama dalam menjaga konsistensi permainan.
“Kita mendapatkan hukuman kartu dan akumulasi dan juga cedera yang betul-betul mempengaruhi kita dalam tim. Dalam kondisi seperti ini, kami harus lebih bersama-sama lagi berjuang melewati masa sulit ini,” ujar pelatih asal Cheska tersebut.
Menghadapi Semen Padang, Trucha tidak ingin anak asuhnya memandang sebelah mata.
“Pemain lawan adalah pemain yang bagus. Tentu saja pertandingan nanti bukan pertandingan yang mudah. Namun, saya tekankan, bahwa kita harus bercermin pada diri sendiri, harus bekerja lebih keras di lapangan,” katanya.

















