Triberita.com | SUBANG – Bukan hanya Wakil Bupati Subang, Agus Masykur, yang pernah menjadi korban keteledoran anak buahnya. Plt Bupati Subang periode 2018-2019, Ating Rusnatim, juga pernah mengalami kejadian serupa yang bahkan membahayakan keselamatan jiwanya.
Jika Agus Masykur menjadi korban karena mobil dinasnya dipasang pelat nomor palsu buat warung ketok magic, Ating Rusnatim harus menghadapi kenyataan bahwa mobil dinasnya mogok dan turun mesin di tengah jalan akibat kelalaian perawatan.
“Saya kenal dengan mobil Pajero hitam T 1001 PN,” kata Ating Rusnatim, Plt. Bupati Subang periode 2018-2019.
“Mobil dinas itu sudah saya gunakan saat menjabat,” sambungnya.
Ating menambahkan bahwa mobil tersebut sudah ada sejak era Bupati Imas Aryumningsih.
“Pengadaan mobil dinas itu diusulkan oleh Bu Imas,” jelasnya.
Tanpa disangka, mobil yang sama ini kembali menjadi sorotan. Ada kemiripan cerita antara Ating dan Wakil Bupati Subang Agus Masykur, yang sama-sama menjadi korban keteledoran anak buah di Sekretariat Daerah (Setda)
Triberita.com sempat menulis berita kejadian itu, dan terbittkan di Koran Harian Jawa Pos Group pada hari Jum’at 23 2023 dan seperti ini isi beritanya:
Waktu itu, pada Hari Rabu 22 Agustus 2018, saat Kabupaten Subang menjadi tuan rumah Asian Games, mobil dinas yang digunakan Ating Rusnatim tiba-tiba mogok. Kejadian ini disaksikan langsung oleh jurnalis Triberita.com.
Kronologi bermula ketika Ating Rusnatim selesai melepas atlet balap sepeda putri Asian Games. Ia kembali ke rumah dinas untuk berganti pakaian, lalu bergegas naik mobil Pajero Sport T 1 001 PN untuk melanjutkan perjalanan. Namun, mobil itu tiba-tiba tidak bisa di-starter.
Beruntung, kejadian itu tidak mencelakai dirinya. Namun, hal ini membuat Ating sangat marah dan merasa keselamatannya terancam.
“Seharusnya pihak Bagian Rumah Tangga Setda Subang, Pak Yuyus, harus sering mengontrol dan servis kendaraan dinas Bupati Subang agar keselamatan jiwa bisa terjaga,” kata Ating.
Ia juga menyesalkan anggaran perawatan yang besar tetapi tidak dimanfaatkan dengan baik.
“Untung saja tidak celaka, coba kalau mogok di tengah jalan, ini bisa membahayakan!” ujarnya.
Menurut Ating, mobil dinas tersebut seharusnya sudah diganti karena merupakan peninggalan era Bupati Imas Aryumningsih.
Kejadian yang dialami oleh Plt. Bupati Ating Rusnatim menjadi bukti nyata bahwa keteledoran dan kelalaian Kabag Rumah Tangga sangat membahayakan keselamatan pejabat nomor satu di Subang.
Sayangnya, cerita keteledoran anak buah yang mencelakai pimpinannya ini kembali terulang pada tahun 2025, yang dialami oleh Wakil Bupati Agus Masykur.
Artinya, sikap abai dan tidak peduli dari ASN terhadap pimpinan sudah terjadi sejak lama dan menjadi pola yang berulang. Ini adalah pelajaran pahit dari pengalaman yang seharusnya tidak terjadi.

















