Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

Sopir-Sopir Minta Kapolres Condro Sasongko Terus Lakukan Razia Premanisme Sepanjang Jalan Serang – Jakarta

324
×

Sopir-Sopir Minta Kapolres Condro Sasongko Terus Lakukan Razia Premanisme Sepanjang Jalan Serang – Jakarta

Sebarkan artikel ini
Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko saat menerima keluhan para sopir atas gangguan yang biasa dilakukan oknum masyarakat atau anggota ormas tertentu, pada hari Sabtu tanggal 10 Mei 2025. (Foto : Daeng Yusvin)

Triberita.com | Serang Banten – Untuk memastikan terminal bayangan di areal pabrik sepatu PT Nikomas yang berada di wilayah Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, benar-benar bersih dari aksi premanisme dan pungutan liar atau pungli, Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Tidak hanya memonitoring terminal bayangan di areal pabrik PT Nikomas, Kapolres juga menyisir siatuasi sepanjang jalan raya Serang – Jakarta, mulai dari Pasar Ciruas hingga Simpang Cikande Asem, dimana pada titik-titik lokasi yang biasa dijadikan tempat ngetem oleh para sopir angkot untuk menunggu penumpang.

“Alhamdulillah Bapak Kapolres, sudah beberapa hari sejak ada operasi premanisme yang dilakukan polisi, sudah tidak ada lagi yang ngutip uang timer,” ungkap Jayadi, salah seorang supir angkot merah putih trayek Cikande – Terminal Pakupatan, di gerbang Kawasan Industri Modern Cikande menjawab pertanyaan Kapolres.

Pernyataan serupa, juga disampaikan Manurung, sopir angkot trayek yang sama ketika ditemui Kapolres di Simpang Ambon Cikande. Menurut pengakuannya, sejak bersih dari calo dan preman, dirinya merasa nyaman mencari nafkah.

“Sekarang jadi nyaman cari penumpang, ga ada lagi pungli. Sekarang uang jago dan timer, bisa dipakai buat nambah-nambah setoran. Terimakasih bapak Kapolda dan Kapolres Serang,” ujar warga Bumi Ciruas Permai tersebut.

Baik Jayadi maupun Manurung serta sopir angkot lainnya, berharap operasi pemberantasan premanisme yang digelar jajaran kepolisian, perlu diperpanjang lagi. Alasannya, calo dan preman biasanya muncul lagi beberapa hari setelah tidak ada operasi.

“Biasanya kalau tidak ada operasi, calo dan preman pasti muncul lagi mintain duit. Makanya, kami para sopir-sopir angkot minta operasi ini terus ada,” ujar mereka.

Baca Juga :  Demi Terpelihara Kondusifitas Kamtibmas, Kapolres Serang Banten Kembali Ngobrol Santai Bersama Sejumlah Ormas

Menanggapi permintaan para sopir, Kapolres menjelaskan, bahwa operasi pemberantasan premanisme yang berjalan saat ini, merupakan operasi terpusat yang dilakukan serentak sesuai instruksi Kapolri.

“Operasi pemberantasan premanisme terpusat sesuai instruksi Kapolri dan memiliki batasan waktu,” kata Condro, Senin (12/5/2025).

Meski demikian, Kapolres mengimbau, agar sopir-sopir angkot kompak dan tidak ragu melaporkan jika menemukan segala bentuk pemerasan, intimidasi, atau gangguan yang biasa dilakukan oknum masyarakat atau anggota ormas tertentu.

“Pada dasarnya, pemberantasan premanisme terus dilakukan. Sopir angkot jangan takut melaporkan jika menemukan segala bentuk premanisme ataupun pungli. Kami menjamin perlindungan bagi pelapor dan akan menindaklanjuti setiap laporan secara profesional,” tegas alumnus Akpol 2005.

Facebook Comments