Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

Sudah Dua Hari, Mahasiswa asal Jakarta yang Hilang Terseret Ombak di Pantai Goa Langir Sawarna Belum Ditemukan

289
×

Sudah Dua Hari, Mahasiswa asal Jakarta yang Hilang Terseret Ombak di Pantai Goa Langir Sawarna Belum Ditemukan

Sebarkan artikel ini
Tim SAR gabungan saat persiapan melakukan pencarian di hari kedua dengan menyisir pantai sejauh radius 5 km, pada hari Minggu tanggal 18 Januari 2026. (Foto : Balawista)

Triberita.com | Serang Banten – Tim SAR gabungan akan melanjutkan upaya pencarian terhadap jasad warga Jakarta yang dikabarkan hilang terseret ombak di Pantai Goa Langir Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Sejak dikabarkan hilang terseret ombak, pada Sabtu (17/1/2026) pagi hingga hari ini Minggu (18/1/2026) sore, upaya Tim SAR gabungan belum juga membuahkan hasil.

Sementara pencarian di hari kedua sudah dilakukan dengan menyisir pantai sejauh radius 5 km, dan upaya pencarian jalur laut belum dilakukan akibat faktor cuaca masih kurang bersahabat.

“Biasanya korban sehari sampai ke empat hari masih ada di dasar laut, terkecuali kalau ada arus laut dari atas kencang, mayat bisa terbawa arus ke atas,” ungkap Ketua Balawista Lebak, Erwin Komarasukma, Minggu (18/1/2026) sore.

Diberita Triberita.com sebelumnya, dikabarkan Tim Pencarian dan Pertolongan atau TIM SAR Gabungan Banten, mendapatkan laporan wisatawan hilang terseret ombak di Pantai Goa Langir, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Identitas wisatawan yang dilaporkan hilang di laut kawasan pantai Goa Langir dan masih dalam upaya pencarian Tim SAR gabungan. (Foto : istimewa)

Laporan awal kecelakaan laut itu, diperoleh Basarnas dari Ketua Balawista Lebak, Erwin Komarasukma, pada Sabtu (17/1/2026) pagi.

Selanjutnya, Tim SAR gabungan melakukan pencarian melalui penyisiran garis pantai oleh Basarnas, Balawista, BPBD, Polsek, Koramil, Pol PP, Tim Damkar, Pemdes Sawarna dan relawan resque.

Disampaikan Erwin Komarasukma, korban Salman Abdul Latief (19), pekerjaan mahasiswa warga Cipinang Asem, Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, terseret ombak Pantai Goa Langir saat tengah berenang bersama rekannya, bernama Abdul Latif.

Kedua korban bersama lima orang temannya berangkat dari Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (16/1/2026) sore, dan tiba di kawasan wisata Goa Langir pada malam hari sekitar pukul 19.00 WIB.

Baca Juga :  Putus Cinta, Seorang Gadis Banten Nekat Terjun ke Sungai

“Rombongan ini mengaku dari Bogor sore hari dan tiba di sini (kawasan wisata Goa Langir), pada Jumat 16 Januari 2026, sekira pukul 19.00 WIB. Mereka tidur di tenda,” terang, Erwin Komarasukma, melalui telefon seluler, Sabtu (17/1/2026).

Dikatakan Erwin Komarasukma, pada Sabtu pagi pukul 05.30 WIB, kedua korban menuju pantai dan berenang. Namun tak lama, keduanya terbawa arus yang saat itu memang lumayan deras.

Berbekal informasi dan laporan, Erwin mengatakan, pihaknya langsung melakukan kordinasi dengan stakeholder terkait untuk melakukan pencarian korban melalui penyisiran tepi pantai maupun jalur laut.

“Alhamdulillah, dalam laka laut di Pantai Goa Langir, dimana dua orang terseret ombak, satu orang berhasil diselamatkan. Sementara satu orang atas nama Salman Abdul Latif terseret arus ke tengah, tidak terselamatkan,” ujar Ketua Bakawista Lebak, AM Erwin Komarasukma.

“Menurut keterangan teman-temannya, korban Salman bisa berenang. Namun, arus di pantai Goa Langir, memang deras dan berbahaya,” sambung Erwin.

Erwin juga menjelaskan, bahwa pihaknya dilokasi, selain sudah memasang rambu-rambu, bendera, dan papan peringatan agar para wisatawan tidak berenang di pantai yang arusnya deras.

“Dilokasi, kami selalu memberikan himbau kepada para wisatawan untuk selalu waspada dan mengikuti arahan dari petugas pantai yang stanby di pantai dan juga memasang rambu-rambu, bendera, dan papan peringatan tidak berenang di pantai karena arusnya deras,” katanya.

Selain himbauan larangan berenang, pihaknya juga memberikan himbauan kepada wisatawan jika memerlukan pendampingan untuk pengawasan.

Ketua Bakawista Lebak, Erwin Komarasukma, kembali menyampaikan dan mengimbau kepada semua wisatawan agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di pantai, serta mematuhi arahan petugas keselamatan yang berjaga.

“Keselamatan harus menjadi prioritas. Jangan berenang di area yang tidak dijaga, apalagi jika kondisi ombak tidak memungkinkan,” pesannya.

Facebook Comments
Baca Juga :  Kemarau, 20 Kecamatan di Lebak Banten Terancam Kekeringan dan Krisis Air Bersih