Triberita.com | Bekasi Kota – Menyamakan persepsi dan menjalin kekompakan, baik di antara pengurus maupun anggota, merupakan langkah fundamental dalam memimpin sebuah organisasi. Prinsip inilah yang diusung oleh Hj Tati Arianingsih dalam menakhodai seluruh organisasi wanita yang tergabung dalam wadah Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Bekasi.
Bagi Hj Tati, konsolidasi internal ini menjadi sangat penting sebagai langkah awal setelah ia resmi dilantik sebagai Ketua GOW Kota Bekasi pada bulan Juli lalu. Tujuan mulianya jelas: menyatukan langkah untuk mendukung program pemerintah Kota Bekasi, khususnya dalam bidang pemberdayaan wanita.
“GOW ini adalah mitra Pemerintah Kota Bekasi, karena itu kami memiliki tanggung jawab besar untuk mendukung program-program pemerintah, khususnya dalam hal pemberdayaan wanita,” tutur Hj Tati kepada Triberita.com, belum lama ini.

Kekompakan Kunci Keberhasilan
Hj Tati menjelaskan, terwujudnya kekompakan dan kesamaan persepsi, terutama diawali dari jajaran inti kepengurusan (Ketua, Sekretaris, Bendahara/KSB) GOW, adalah kunci keberhasilan yang baik.
“Keberhasilan yang baik terlihat dari sejauh mana upaya kita di KSB itu kompak dulu. Walaupun ada sedikit perbedaan, perbedaan itu jangan dijadikan permusuhan. Sebaliknya, hal itu harus menjadi dorongan agar upaya-upaya KSB ke depan membawa perubahan yang signifikan,” paparnya.
Dirinya bersyukur, selama tiga bulan kepemimpinannya, GOW berjalan lancar tanpa masalah berarti.
“Alhamdulillah berjalan, di GOW kepemimpinan saya tidak ada masalah. Karena kalau ada masalah, kita saling mengingatkan,” imbuhnya.
Ia pun menegaskan bahwa dirinya tidak bekerja sendiri. Untuk mengembangkan GOW, Tatik selalu melibatkan dan memberdayakan pengurus-pengurus sesuai bidang masing-masing. Misalnya, bidang kesehatan diberdayakan untuk kegiatan kesehatan, begitu pula bidang pemberdayaan ekonomi dan UMKM.
Merangkul 45 Organisasi dan Menciptakan “Nilai Plus”
Hj Tati bertekad menjadikan GOW, yang kini menaungi 45 organisasi wanita se-Kota Bekasi, agar tidak lagi dipandang sebelah mata.
”Yang jumlahnya sekarang 45 organisasi itu jangan seperti tidak kenal. Makanya saya ingin merangkul secara keseluruhan. Sekarang, kalau rapat GOW sudah banyak yang hadir,” ungkapnya dengan bangga.
Agar tidak dipandang sebelah mata, lanjutnya, GOW harus memiliki “nilai plus” sebagai mitra Pemerintah Kota Bekasi. Nilai plus ini adalah upaya membangun organisasi menjadi lebih besar dan berdampak.
“Karena suatu saat Pemerintah Kota Bekasi juga butuh kita. Nah, bagaimana upaya-upaya kita untuk membuat kesepakatan atau komitmen? Kita berupaya membantu jalannya roda pemerintahan di Kota Bekasi, dan Pemerintah Kota Bekasi juga membantu GOW,” katanya, menekankan prinsip simbiosis mutualisme.
Menanamkan Sense of Belonging
Lebih dari sekadar kehadiran fisik, Hj Tati juga selalu menanamkan kepada seluruh anggota rasa sense of belonging, atau rasa memiliki yang kuat terhadap organisasi.
“Saya menyarankan kepada seluruh ketua organisasi, ketika diundang oleh GOW, agar merasa ada sense of belonging-nya terhadap GOW. Artinya, ada kekuatan ruh yang bagus, ada rasa memiliki terhadap GOW,” jelasnya.
Tantangan Anggaran dan Solusi Jaringan
Hj Tati mengakui bahwa GOW belum mendapatkan alokasi anggaran dari APBD 2026. Hal ini disebabkan oleh faktor keterlambatan pengajuan ke Pemkot Bekasi.
“Terus terang, belum dapat anggaran dari APBD 2026, paling nanti tahun 2027 baru dapat. Karena telat, seharusnya diajukan bulan Maret 2025, tapi saya Juli baru dilantik, memang kita yang lambat,” ucapnya jujur.
Selain itu, ia menyebut kepengurusan yang sekarang juga terkena imbas dari kepengurusan sebelumnya yang sempat menolak dianggarkan APBD.
Namun, tanpa adanya anggaran APBD, Tati justru melihat ini sebagai peluang. Untuk menyelenggarakan event-event, GOW akan mengoptimalkan komunikasi yang baik dengan seluruh organisasi dan menarik partisipasi sponsor.
“Di sinilah pentingnya membangun rasa kekeluargaan baik di antara pengurus maupun anggota, serta rasa sense of belonging itu. Jadi, saya berusaha merangkul semua untuk bersama memajukan organisasi. Selain itu, juga membangun komunikasi yang baik dengan semua unsur,” ungkapnya, menunjukkan optimisme dalam menghadapi tantangan.
Program GOW terdekat, BCFM di Pakuwon Mall
Hj Tati pun menambahkan, program GOW Kota Bekasi ke depan, dalam waktu terdekat ini akan menyelenggarakan Bekasi City Fashion Movement (BCFM) atau gerakan fashion Kota Bekasi.
“Gelaran fashion ini akan berlangsung di Mall Pakuwon dimulai 17 hingga 22 November 2025, dan nantinya akan dibuka oleh bapak Wali Kota Bekasi,” tandas Hj Tati.

















