Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

Tawuran Antar Pelajar, 1 Warga Panosongan Cikeusal  Serang Banten Tewas dengan  Luka Sabetan Sajam

985
×

Tawuran Antar Pelajar, 1 Warga Panosongan Cikeusal  Serang Banten Tewas dengan  Luka Sabetan Sajam

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi tawuran pelajar.(Foto: Istimewa)

Triberita.com | Serang Banten – Ahmad Chandra Maulana (15), seorang pelajar warga Kampung Panosogan, Desa Panosogan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, meregang nyawa dalam tawuran antar pelajar.

Tawuran antar dua kelompok pelajar ini, terjadi di depan terminal Tunjung Teja, Jalan Raya Serang – Rangkas Bitung, Desa Tunjung Teja, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Pelajar SMA di Kecamatan Cikeusal, meninggal dunia saat mendapatkan pertolongan medis di puskesmas setelah mengalami luka akibat senjata tajam.

Peristiwa perkelahian antar pelajar ini, terjadi sekitar pukul 17.35 WIB. Awalnya anggota Polsek Cikeusal mendapatkan laporan dari pelajar SMA 1 Cikeusal, bernama Dyaz Aji Maulana, bahwa ada tawuran di depan Terminal Tunjung Teja, dan menyebabkan rekannya Ahmad Chandra Maulana terluka akibat senjata tajam.

Dyaz menyebut, rekannya dibawa ke Puskesmas Petir, Kabupaten Serang, karena luka sabetan senjata tajam jenis celurit. Korban terluka pada bagian pundak dan banyak mengeluarkan darah.

Saat dilakukan pengecekan ke Puskesmas Petir, anggota Polsek Cikeusal menerima laporan tim medis, jika pelajar bernama Ahmad Chandra Maulana warga Desa Panosogan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang tersebut, telah meninggal dunia.

Ahmad Chandra Maulana selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten untuk dilakukan autopsi, sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kediamannya pada Selasa (13/1/2025) dini hari.

Hingga saat ini, kepolisian dari Satreskrim Polres Serang dibantu Polsek Cikeusal masih melakukan penyelidikan, dan memburu pelaku tawuran yang menyebabkan korban meninggal dunia tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Petir IPTU Hadyan Hawari mengatakan, jika pihaknya tengah mendalami kasus tewasnya pelajar SMA tersebut, dengan memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti di lapangan.

Baca Juga :  Pemprov Banten Miliki Rumah Sakit Hewan Layani Vaksinasi Rabies Gratis

“Dugaan sementara, tawuran ini melibatkan kelompok pelajar dari dua sekolah berbeda,” katanya.

Hadyan menegaskan, untuk penyebab tawuran dua kelompok pelajar itu masih dalam penyelidikan. Adapun kasus tawuran yang mengakibatkan korban jiwa ini, telah dilimpahkan ke Satreskrim Polres Serang.

“Penyebab konflik dan Identitas pelaku yang menggunakan senjata tajam masih dalam proses penyelidikan. Kasusnya sudah kita limpahkan ke Polres Serang,” kata Kapolsek.

Saat dikonfirmasi, Kasatreskrim Polres Serang AKP Andi Kurniady ES, membenarkan dan pihaknya tengah berusaha memburu pelaku.

“Pelaku lagi kita kejar,” jawab Kasatreskrim singkat melalui pesan WhatsApp, Selasa (14/1/2025).

Facebook Comments