Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBencana AlamPeristiwa

Tiga Murid SDN Panyirapan Baros Serang Terseret Banjir, Semua Sudah Ditemukan

421
×

Tiga Murid SDN Panyirapan Baros Serang Terseret Banjir, Semua Sudah Ditemukan

Sebarkan artikel ini
Tim SAR Gabungan dari BPBD Kabupaten Serang, Basarnas, TNI, Polri dan masyarakat berada dilokasi sekitar aliran Sungai Cikarang Korosok. (Foto : istimewa)

Triberita.com | Serang Banten – Kerja keras di hari kedua pencarian oleh Tim SAR Gabungan, membuahkan hasil. Semua siswa SDN Panyirapan yang menjadi korban banjir luapan Sungai Cikarang, sudah berhasil ditemukan.

Kasi Operasi Basarnas Banten Hairoe Amir Abyan Binis mengatakan, pada hari kedua pencarian, tim SAR gabungan menemukan jasad Mahesa siswa kelas lima SD pada pukul 07.40 WIB, dengan radius sekitar 1,9 kilometer dari lokasi tenggelam.

“Mahesa ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, dan jenazahnya sudah dibawa ke rumah duka,” jelas Hairoe.

Pada pencarian lanjutan, pukul 08.16 WIB, M. Rival siswa kelas lima, ditemukan sekitar 3,9 kilometer dari lokasi kejadian, dan juga dalam kondisi meninggal dunia.

“M. Rival ditemukan di Kampung Panunggulan Desa Baru. Kemudian dibawa ke Puskesmas Baros,” ujarnya.

Hairoe menjelaskan, pada pencarian di hari pertama, Senin (9/12/2024) siang kemarin, Tim SAR telah berhasil menemukan korban pertama, yakni atas nama Eka Juliawati, siswa kelas dua SD, pada pukul 14.00 WIB.

“Eka ditemukan sekitar 800 meter dari lokasi tenggelam dan langsung dibawa ke rumah duka,” ujarnya, Selasa (10/12/2024).

Hairoe mengungkapkan, bahwa proses pencarian tidaklah mudah, mengingat kondisi sungai yang berliku, kecil, serta debit air yang tinggi dan deras pada hari pertama pencarian.

“Namun berkat kerja keras, tim SAR gabungan berhasil melakukan tugas, dimana seluruh korban berhasil ditemukan,” katanya.

Adapun pencarian ini, melibatkan Basarnas dan berbagai unsur potensi SAR lainnya, dengan dukungan penuh dari BPBD Kabupaten Serang dan Pemkab Serang.

Diberitakan sebelumnya, tiga siswa SDN Panyirapan terseret banjir, yakni atas nama Rifal dan Mahesa siswa kelas 5, serta Eka Siswi kelas 2.

Baca Juga :  Dispora Provinsi Banten Gelar Forum OPD 2025

Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Serang, Basarnas, TNI, Polri dan masyarakat yang mendapat laporan, setiba dilokasi langsung melakukan pencairan.

Menurut Nur Arafah petugas kantin SDN Panyirapan, bermula pada saat jam pulang sekolah, Senin (9/12/2024) siang, tiga orang murid yakni Eka, Rifal dan Mahesa memaksa pulang saat kondisi banjir.

Saat itu masih hujan, dan ketiga siswa sudah diperingatkan untuk tidak pulang dulu lantaran kondisi jalan yang akan dilalui masih terendam banjir.

“Sudah diperingatkan jangan pulang dulu karena masih hujan dan masih banjir jalannya,” ujar Nur Arafah, Senin (9/12/2024).

Ia mengatakan, setelah diingatkan, tiga orang siswa tersebut mengaku tidak akan pulang. “Saya minta ke guru agar tidak diizinkan pulang dulu karena masih banjir. Nah guru pun langsung menutup gerbang. Namun ketiga siswa ini ternyata sudah keluar duluan,” ujarnya.

Ia mengaku, tak lama setelah tiga anak tersebut meninggalkan sekolah, ada seorang siswa yang berteriak karena melihat tiga korban tersebut terbawa arus.

“Saya langsung lari melihat ke lokasi tempat mereka terpeleset, namun terlambat mereka sudah terbawa arus,” ujarnya.

Nur Arafah mejelaskan, saat kejadian kondisi jembatan bahkan terendam, dan banyak kendaraan yang memilih memutar karena arus air kencang.

Dalam upaya pencarian di hari pertama, pada Senin (9/12/2024), Tim SAR Gabungan dari BPBD Kabupaten Serang, Basarnas, TNI, Polri dan masyarakat, sekitar pukul 14.00 WIB, berhasil menemukan jasad Eka Juliawati

“Korban ditemukan di bawah jembatan. Awalnya ada tas, saat diperiksa ternyata ada korban,” ujar salah seorang relawan yang ikut serta dalam upaya pencarian tiga orang siswa pelajar Sekolah Dasar (SD) Negeri Panyirapan, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, yang dikabarkan hanyut terseret arus banjir akibat luapan air Sungai Cikarang Korosok, Kampung Lame Hideng, Desa Panyirapan, pada Senin (9/12/2024).

Facebook Comments