Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

Jelajahi Keindahan Ujung Kulon, Wisata Alam Kelas Dunia

0
×

Jelajahi Keindahan Ujung Kulon, Wisata Alam Kelas Dunia

Sebarkan artikel ini
Wisata Ujung Kulon yang terletak di ujung barat pulau Jawa, tepatnya di Kecamatan Sumur dan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. (Foto : Daeng Yusvin)

 

“Sebagai situs warisan dunia, tempat wisata ini memiliki banyak keunikan. Selain itu, kekhususan tempat ini juga membuat banyak orang tertarik. Dengan luas 122.956 hektar, sekitar 44.000 hektar dipenuhi oleh hutan. Taman nasional ini juga termasuk sebagai hutan lindung yang dihuni oleh badak bercula satu”.

Triberita.com | Serang Banten – Provinsi Banten menawarkan pengalaman wisata alam kelas dunia melalui keindahan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) yang berada di kawasan Pulau Jawa bagian barat dan kawasan konservasi yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Lokasi wisata taman Ujung Kulon, berada di Kecamatan Sumur dan Kecamatan Cinanggu, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Untuk menuju tempat ini, dari ibu kota Banten hanya menghabiskan waktu sekitar 2 sampai 3 jam.

Beragam destinasi eksotis, mulai dari Pulau Peucang, Pulau Handeuleum, Pulau Panaitan, hingga Karang Copong menjadi daya tarik yang memadukan keindahan alam, keanekaragaman hayati, dan petualangan wisata yang berkesan.

Untuk memperkenalkan potensi tersebut, kepada masyarakat luas, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eli Susiyanti bersama mitra pariwisata, melakukan eksplorasi sejumlah destinasi unggulan di kawasan TNUK.

Kegiatan itu, menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi wisata di Provinsi Banten sebagai destinasi ekowisata unggulan nasional dan internasional.

Eli mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan lebih luas kekayaan wisata alam kepada masyarakat Indonesia maupun wisatawan mancanegara.

“Banten memiliki potensi wisata alam yang luar biasa dan tidak pernah kehabisan destinasi menarik untuk dikunjungi,” kata Eli Susiyanti.

Menurut Eli, perjalanan eksplorasi dimulai dari Pulau Handeuleum yang menawarkan pengalaman wisata alam berupa tracking di kawasan mangrove serta pengamatan satwa liar yang hidup di habitat alaminya.

Baca Juga :  Kapolres Cilegon Dampingi Kapolda Banten Resmikan Revitalisasi JMPP Penghubung Dua Desa di Anyer Serang

“Pulau Handeuleum kami melihat kawasan mangrove yang indah, menikmati wisata tracking, serta menyaksikan berbagai satwa liar yang menjadi kekayaan biodiversitas Ujung Kulon,” ujarnya.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Pulau Panaitan. Rombongan menginap selama satu malam untuk menikmati berbagai aktivitas wisata yang menjadi daya tarik pulau tersebut.

“Kemudian berlanjut ke Pulau Panaitan. di sana untuk mengeksplorasi keindahannya. Kami juga sempat melakukan surfing serta menikmati panorama sunrise dan sunset yang sangat memukau,” ungkap Eli.

Eksplorasi selanjutnya dilakukan ke sejumlah destinasi ikonik lainnya, termasuk Pulau Peucang yang terkenal dengan pantai berpasir putih dan satwa liarnya, Karang Copong dengan pemandangan tebing karang yang eksotis, hingga Pulau Bocaan yang menawarkan keindahan alam yang masih sangat asri.

Eli berharap, semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke kawasan Taman Nasional Ujung Kulon dan menikmati keindahan alamnya. Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan selama berwisata.

“Taman Nasional Ujung Kulon seluruh alamnya sangat indah dan layak dikunjungi. Datanglah ke Banten, namun dengan catatan bahwa alam Banten yang indah ini harus kita jaga bersama dan jangan sampai dicemari,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang wisatawan asal Bekasi, Jawa Barat, Dinda yang datang bersama kerabatnya Ade mengaku terkesan dengan keindahan Pulau Peucang yang untuk pertama kalinya ia kunjungi.

“Ini pertama kali saya ke Pulau Peucang. Seru dan keren banget. Saat sampai di sini ternyata pemandangannya benar-benar seindah yang saya lihat di media sosial. Banyak satwa liar yang bisa dilihat langsung di habitatnya,” kata Dinda.

Ia mengaku pengalaman berwisata di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon memberikan kesan yang mendalam dan membuatnya ingin kembali berkunjung.

Baca Juga :  Dua Pemburu Badak Jawa di Ujung Kulon Dibekuk Polda Banten,

“Lokasinya ternyata sebagus yang ada di media sosial, bahkan lebih indah. Sepertinya kami akan kembali lagi ke sini,” ujarnya.

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan kawasan konservasi yang berada di ujung barat Pulau Jawa dan menjadi habitat terakhir badak cula satu di dunia. Kawasan ini juga dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, pantai-pantai eksotis, hutan tropis yang masih alami, serta gugusan pulau yang menjadi daya tarik wisata unggulan Provinsi Banten.

Cara Menuju Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon? dapat diakses melalui dua jalur utama, yaitu jalur laut dan jalur darat.

Jalur laut, ditempuh dengan menyewa perahu dari Pantai Carita menuju Pulau Peucang, yang menjadi lokasi penginapan serta kantor perwakilan taman nasional.

Perjalanan laut ini, memakan waktu sekitar 2–3 jam, tergantung kondisi cuaca dan ombak, serta menawarkan pemandangan laut yang indah sepanjang perjalanan.

Sementara itu, jalur darat dapat ditempuh dari Jakarta menuju Serang melalui jalan tol dengan waktu tempuh sekitar 2 jam.

Dari Serang, perjalanan dilanjutkan ke arah barat menuju Labuan di Kabupaten Pandeglang selama kurang lebih 2 jam.

Di Labuan, terdapat kantor utama Taman Nasional Ujung Kulon. Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Panimbang, Sumur, atau Tamanjaya selama sekitar 2 jam lagi.

Tiket masuk, asuransi, serta pengaturan pemandu dan perahu wisata dapat diurus di Kantor Taman Nasional Ujung Kulon Area II Handeleum di Desa Tamanjaya.

Facebook Comments