Sementara itu, Kepala Desa Karangbaru, Komarudin Ambarawa mengatakan, berbicara kepentingan masyarakat, pihaknya sangat mendukung langkah apa yang dilakukan oleh Karang Taruna Wibawa Mukti tersebut.
Kendati demikian, pihaknya sangat menyayangkan aksi damai itu diawali dengan dugaan fitnah dan tudingan terhadap dirinya, mengingat ia merupakan sosok Kepala Desa diwilayah tersebut.

“Aksi dari Karang Taruna Wibawa Mukti luar biasa saya sangat mendukung dan apresiasi untuk kepentingan masyarakat, amat sangat disayangkan ada ketidak sukaan contoh soal kebencian yang dilakukan orasinya itu luar biasa dengan melakukan langkah-langkah dugaan fitnah lengkap dengan pencemaran nama baik, baik pribadi maupun di pemerintahan desa itu sendiri,” kata Ambarawa ditemui dilokasi berbeda.
Ia mengatakan, ini akan menjadi fenomena pembelajaran bagi semuanya, jangan sampai terjadi perpecahan diantara kedua belah pihak dimana seluruh masyarakat Desa Karang Baru itu mengininkan keadaan yang sejuk dan harmonis.
“Saya harap jangan sampai ada kegaduhan sehingga tidak merusak keharmonisasian ditatanan pemerintahan desa dan masyarakat Karang Baru itu sendiri,” jelas Ambarawa.
Dijelaskannya kembali, tuntutannya itu terkait LPK, limbah serta ketenagakerjaan bagi warganya. Dalam hal ini, aksi unjuk rasa itu, ia mengklaim tidak ada pemberitahuan sebelumnya (miskomuniklasi).
“Sekiranya ada diskusi dengan saya terlebih dahulu, apa yang menjadi keinginan mereka kami tukar pikir (sering) membangun komunikasi, apa tujuannya dan keinginan mari kita diskusikan agar tidak menjadi fitnah kepada saya,” ungkapnya.
“Kami sangat welcome untuk membuka ruang diskusi, selagi apa yang di suarakan dan mensejahterakan untuk masyarakat sangat setuju,” tandasnya.

















